Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan verifikasi secara daring (online) Program Kampung Iklim (Proklim) ke 4 desa di Kabupaten Probolinggo pada tanggal 21 s/d 22 September 2020. Verifikasi dilakukan untuk memeriksa kesesuaian data dan informasi yang tercatat pada Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) dengan kondisi sesungguhnya pada kampung iklim.

Sebagaimana jadwal yang telah ditentukan, verifikasi untuk Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron dan Desa Sebaung Kecamatan Gending dilaksanakan Senin (21/09/20). Verifikasi Desa Gading Wetan Kecamatan Gading dan Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan dilaksanakan Selasa (22/09/20). Empat desa tersebut merupakan lokasi baru yang diusulkan untuk mengikuti ProKlim tahun 2020.

Verifikasi online diisi dengan presentasi dari narasumber desa ProKlim, pemutaran video kegiatan ProKlim di masing-masing lokasi, dan tanya jawab interaktif fasilitator dengan masyarakat desa ProKlim. Mendampingi perwakilan desa ProKlim, dari DLH Kabupaten Probolinggo hadir Kepala Seksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Sutopo.

ProKlim adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Peningkatan konsentrasi GRK seperti Carbon dioksida (CO2), Metana (CH4), dan Dinitrogen oksida (N2O), yang dihasilkan dari beragam aktivitas manusia menyebabkan bertambahnya radiasi sinar matahari yang terperangkap di atmosfer dan berdampak pada kenaikan suhu bumi sehingga terjadi pemanasan global.

Pemanasan global memicu terjadinya perubahan iklim yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kehidupan manusia di muka bumi, termasuk di Indonesia. Perubahan iklim telah menyebabkan berubahnya pola hujan, naiknya muka air laut, terjadinya badai dan gelombang tinggi, serta dampak merugikan lainnya yang mengancam kehidupan masyarakat.

Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana terkait iklim seperti kekeringan, banjir, longsor, gagal panen, rob, serta meningkatnya wabah penyakit terkait iklim seperti malaria, demam berdarah dan diare.

ProKlim merupakan instrumen untuk mendorong aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat dan berdasarkan prinsip kemitraan. ProKlim dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat Dusun/RW dan maksimal setingkat Desa/Kelurahan.

Adapun upaya adaptasi perubahan iklim antara lain: pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor; peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim; penanganan atau antisipasi kenaikan muka laut, rob, intrusi air laut, abrasi, erosi akibat angin, dan gelombang tinggi.

Upaya mitigasi yaitu pengelolaan sampah, limbah padat dan cair; penggunaan energi baru terbarukan serta konservasi dan penghematan energi; penanganan lahan pertanian rendah emisi GRK; peningkatan tutupan vegetasi; serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Kategori ProKlim terdiri dari ProKlim Pratama, ProKlim Madya, Nominasi ProKlim Utama, dan Nominasi ProKlim Lestari. Kategori ProKlim ditetapkan berdasarkan nilai akhir ProKlim, yang merupakan hasil perhitungan nilai komponen kegiatan adaptasi, mitigasi dan dukungan keberlanjutan.

Untuk persentase nilai akhir ProKlim sampai dengan 50%, ditetapkan sebagai ProKlim Pratama. ProKlim Madya untuk persentase nilai akhir antara 51–80 %. Nominasi ProKlim Utama diperoleh apabila persentase nilai akhir di atas 81 %. Sedangkan nominasi ProKlim Lestari ditetapkan apabila usulan ProKlim telah mendapat penghargaan sebagai Nominasi ProKlim Utama.

Bentuk apresiasi ProKlim yaitu piagam partisipasi diberikan kepada lokasi yang tercatat dalam SRN dan memenuhi kriteria sebagai ProKlim Pratama dan Madya. Sertifikat ProKlim diberikan kepada lokasi yang memenuhi kriteria ProKlim Utama dan ProKlim Lestari, sedangkan Trophy ProKlim diberikan kepada penerima penghargaan ProKlim Utama dan Lestari.