Kraksaan 2018, Lingkungan yang bersih, indah dan asri tentunya nyaman untuk dinikmati serta menarik untuk dikunjungi apalagi lingkungan tersebut berada pada lokasi ruang publik atau pusat perbelanjaan seperti pasar buah Semampir – Kraksaan misalnya. Lokasi yang disediakan Pemda untuk menampung para pedagang buah sejak beberapa tahun lalu,  perkembangannya sampai kini tampaknya belum dapat meningkatkan daya tarik masyarakat pembeli untuk berkunjung dan berbelanja di Pasar buah  secara maksimal.

Sarana prasara bedak yang dibangun sebenarnya cukup layak bahkan bagus, namun  pemanfaatan penataan interior dan display barang dagangan para pedagang lebih terlihat seadanya belum disesuaikan yang dapat meningkatkan nilai estetika, sehingga kesan yang muncul cenderung  kumuh dan kotor.

Kondisi tersebut juga berdampak pada kondisi taman yang ada di bagian depan halaman pasar. Taman sebagai fasilitas umum yang dibangun Pemda tersebut dimaksudkan agar dapat meningkatkan tampilan estetika dan daya tarik pembeli, ternyata keberadaannya belum dapat bermanfaat sesuai fungsi peruntukan.

Kepedulian para pedagang maupun masyarakat terhadap keberadaan taman juga masih rendah, seperti halnya contoh kejadian  yang berlangsung pada hari Rabu 21 Maret 2018.

Tampak onggokan sampah yang dibuang atau dibiarkan di taman dan sekitar taman. Sampah tersebut merupakan sampah hasil pemotongan / perampesan pohon perindangan disekitar pasar yang dilakukan oleh oknum petugas dari perusahaan listrik Negara untuk pengamanan kabel jaringan yang melintas dekat pasar buah. Ditambah lagi adanya aktifitas yang dilakukan oleh oknum petugas dari lembaga penyelenggara pemilu yang memasang papan publikasi pasangan calon kepala daerah didekat taman. Akibat dari kegiatan tersebut  telah merusak sebagian tanaman bunga-bungaan yang ada.

Renovasi dan perawatan Taman Pasar buah Semampir yang dimulai sekitar satu setengah bulan yang  lalu  oleh DLH, ternyata harus menghadapi tantangan perilaku masyarakat dan lemahnya perhatian dan dukungan dari banyak pihak.

Mau gimana lagi, sisa sisa sampah yang menumpuk harus dibersihkan, sedangkan  bunga-bunga  yang rusak kami upayakan untuk dipulihkan lagi. Sangat disayangkan tentunya, meskipun kegiataan tersebut tidak memberitahukan atau berkoordinasi dengan kami, sebenarnya tidak masalah asalkan perhatian, rasa memiliki dan peduli terhadap kebersihan dan keberaadaan taman ikut dijaga, demikian salah satu ungkapan Bedjo Rijanto, S.Sos Kasi Pengembangan dan Perawatan Taman pada DLH yang baru mengetahuinya setelah adanya informasi masyarakat dan melihat langsung adanya tumpukan sampah dan beberapa tanaman bunga-bungaan di Taman Pasar Buah yang, terdampak atau mengalami kerusakan.

Pemulihan dan perawatan taman pasar buah semampir yang baru dilakukan DLH tersebut hasilnya belum menunjukkan wujud taman seperti yang direncanakan. Perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang. Ketelatenan, kesabaran, dan keikhlasan yang ditunjukkan oleh para pekerja taman harus tahan uji. Yang bisa dilakukan adalah menanam menyiram, memupuk, merawat dan merawat agar tumbuh berkembang dengan baik. Yang mati harus disulam, yang kena penyakit harus diobati, itulah tugas dan kewenangan petugas taman. Apabila ada yang mengganggu atau merusak mereka hanya bisa menghimbau dan memohon, sebagaimana kejadian diatas serta terhadap beberapa oknum pedagang yang kadang menggelar dagangannya di taman.

Sungguh kontras dan ironis dengan prilaku simpatik yang ditunjukkan para pelajar  SMU1 dan SMK2 Kraksaan beberapa waktu lalu meskipun pada saat hari libur tanggal 17 Maret 2018, mereka menyelenggarakan aksi cabut paku dipohon.  Mereka dengan suka rela melakukan cabut paku pada tanaman perindangan yang ada disepanjang jalam Panglima Sudirman Kraksaan. Kegiatan  tersebut telah memberikan harapan optimis bahwa masih ada kelompok masyarakat lain yang menaruh perhatian dan memiliki kepedulian yang sama terhadap kelestarian lingkungan. (Bidang Pemeliharaan, 26/3/18).