Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, melakukan survei pemetaan udara di lahan akses terbuka Desa Pamatan Kecamatan Tongas pada Senin (09/07/21).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memfasilitasi pemulihan kerusakan lahan akses terbuka di Kabupaten Probolinggo.

Lahan Akses Terbuka (LAT) adalah lahan yang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan akibat penambangan tanpa izin. Kerusakan lahan akibat kegiatan penambangan yang tidak ramah lingkungan yaitu perubahan topografi seperti permukaan tanah bergelombang, adanya bekas lubang tambang, erosi dan sedimentasi.

Pemulihan kerusakan LAT dilakukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan agar dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan pemulihan LAT, di antaranya tahap persiapan, penataan lahan, perbaikan kualitas tanah, pengelolaan kualitas air dan pemanfaatan lahan bekas tambang.

Rencana pemulihan LAT di Kabupaten Probolinggo pada saat ini masih dalam tahap persiapan, yaitu dalam proses penyusunan DED (Detailed Engineering Design).

Survey pemetaan udara dilakukan dengan pemotretan (foto udara) menggunakan pesawat drone. Data foto udara kemudian diolah sehingga menghasilkan peta skala tapak. Hasil survei lapangan yang dilakukan oleh tim teknis beserta hasil analisis datanya akan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan peta rancangan dan gambar rancangan (DED).

Model pemulihan lahan yang akan dikembangkan oleh KLHK di Desa Pamatan Kecamatan Tongas ini rencananya menggunakan konsep agroforestri, yaitu optimalisasi pemanfaatan lahan dengan sistem kombinasi tanaman berkayu, buah-buahan, atau tanaman semusim.

Pemulihan lahan ini selain untuk memperbaiki kerusakan lahan, juga diharapkan dapat meningkatkan fungsi lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

#LahanAksesTerbuka