Kraksaan 2018, Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup serta upaya mitigasi dan adaptasi akibat dampak perubahan iklim, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo pada awal tahun 2018 kembali menyelenggarakan sosialisasi tentang Program Kampung Iklim (Proklim). Kegiatan kali ini dilangsungkan 2 gelombang, yaitu pada tanggal 23 dan 25 Januari 2018 bertempat di Ruang Pertemuan Pondok Juice Kraksaan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mempersiapkan 2 Desa, yaitu Desa Watu Panjang Kecamatan Krucil dan Desa Pabean Kecamatan Dringu, pada tahun 2018 ini DLH mempersiapkan 5 Desa dan 1 Kelurahan untuk diproyeksikan menjadi Desa/kelurahan peduli lingkungan dan tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.

Adapun Desa dan kelurahan yang sedang dipersiapkan di tahun 2018 ini meliputi : Desa Krejengan, Karanggeger, Gading Wetan, Bhinor, Triwungan dan Kelurahan Semampir.

Dalam rangka persiapaan pelaksanaannya, maka pada kegiatan sosialisasi diundang dan hadir para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan dari 5 Desa dan 1 Kelurahan dimaksud menjadi peserta sosialisasi, jumlah keseluruhan peserta sebanyak ± 120 Orang.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili Sekretaris DLH menyampaikan bahwa dengan Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencana lingkungan akibat perubahan iklim, sebagamana dituangkan pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 84 Tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim.

Lebih lanjut point-point penjabaran tentang program kampung iklim disampaikan oleh 2 Pemateri, yaitu Ir. Hendri Priyanto, MM selaku Kepala Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup menjelaskan secara umum tentang pengertian umum dan pengenalan program Kampung Iklim. Pemateri kedua adalah Kepala Bidang Pemeliharaan Lingkungan Hidup Zaenal Ansori, SP, MMA menjelaskan tentang komponen-komponen penilaian kampung iklim.

Melalui kegiatan sosialisasi diharapkan akan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak agar bisa melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Aksi tersebut berupa upaya mitigasi dan adaptasi.

(Bid Prwt-29/1 18).