Tanggal 22 Maret ditetapkan sebagai hari air sedunia (World Water Day), sesuai kesepakatan pada sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 22 Desember 1992 di Brasil.

Hari Air Sedunia mulai diperingati sejak tahun 1993 dan menjadi peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan.

Tema Hari Air Sedunia tahun 2020 adalah “Water and Climate Change” yang diterjemahkan menjadi tema nasional yaitu “Air dan Perubahan Iklim”.

Perubahan iklim menyebabkan terjadinya perubahan pola curah hujan, kenaikan suhu udara, kenaikan muka air laut, dan meningkatnya intensitas kejadian iklim ekstrim antara lain kemarau panjang, banjir, intrusi air laut dan abrasi pantai.

Dengan berubahnya iklim, kejadian kekeringan bertambah parah, air tanah semakin berkurang serta kenaikan air laut memicu instrusi air laut ke daratan sehingga mencemari kualitas sumber-sumber air untuk keperluan air bersih dan irigasi.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, konservasi sumber daya air dapat dilakukan dengan cara:

1. Perlindungan dan pelestarian sumber air
Ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh daya alam dan yang disebabkan oleh tindakan manusia. Contohnya dengan tidak menebang pohon dan melakukan penghijauan di daerah resapan air.

2. Pengawetan air
Ditujukan untuk memelihara keberadaan dan ketersediaan air atau kuantitas air sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Dilakukan dengan cara menggunakan air secara efisien dan efektif, serta dengan mengelola air hujan menggunakan kolam tandon, lubang resapan biopori atau sumur resapan.

3. Pengelolaan kualitas air
Dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air.

4. Pengendalian pencemaran air
Dilakukan dengan cara mencegah terjadinya pencemaran air pada sumber air dan prasarana sumber daya air, yaitu dengan tidak membuang sampah ataupun limbah yang belum diolah ke sumber air.

Terkait dengan upaya konservasi air, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo pada tahun anggaran 2020 merencanakan pembangunan 40 sumur resapan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber daya air.