Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan rapat juri membahas kriteria Lomba Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) tingkat kabupaten pada Rabu (19/08/20).

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan DLH ini dihadiri oleh Tim juri dari DLH Kabupaten Probolinggo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta CSR PT. POMI – Paiton Energy.

Rapat juri dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Mohammad Said didampingi oleh Kepala Seksi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas LH, Darwanti Impiani.

Penilaian Lomba Desa/Kelurahan Berseri rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2020, diikuti oleh 13 Desa/Kelurahan di Kabupaten Probolinggo. Peserta lomba merupakan Desa/Kelurahan yang diusulkan oleh Kecamatan. Pemenang lomba desa/kelurahan Berseri tingkat kabupaten nantinya akan diusulkan untuk mengikuti Program Desa/Kelurahan Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur.

Program Desa/Kelurahan Berseri dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tanggal 18 Juli 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat dalam manajemen pelestarian lingkungan di wilayahnya sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih dan lestari.

Terdapat tiga kriteria penilaian lomba desa/kelurahan Berseri. Kriteria yang pertama yaitu kelembagaan dan partisipasi masyarakat, meliputi kebijakan, program dan kelembagaan terkait lingkungan hidup yang ada di desa/kelurahan.

Kriteria kedua yaitu pengelolaan lingkungan hidup, meliputi upaya pengelolaan sampah, penyediaan fasilitas pengolahan sampah, daur ulang sampah, pengomposan, pengelolaan sanitasi, upaya pengurangan pencemaran udara, kemitraan dengan pihak luar dalam pengelolaan sampah dan upaya penghijauan.

Kriteria ketiga yaitu pengelolaan Sumber Daya Alam meliputi upaya konservasi dan penghematan sumber daya alam (air, listrik dan energi), upaya penyelamatan sumber daya alam dan pemakaian teknologi ramah lingkungan (biogas, solar cell, mikro hidro dan energi alternatif lainnya).s Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan rapat juri membahas kriteria Lomba Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) tingkat kabupaten pada Rabu (19/08/20).

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan DLH ini dihadiri oleh Tim juri dari DLH Kabupaten Probolinggo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta CSR PT. POMI – Paiton Energy.

Rapat juri dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Mohammad Said didampingi oleh Kepala Seksi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas LH, Darwanti Impiani.

Penilaian Lomba Desa/Kelurahan Berseri rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2020, diikuti oleh 13 Desa/Kelurahan di Kabupaten Probolinggo. Peserta lomba merupakan Desa/Kelurahan yang diusulkan oleh Kecamatan. Pemenang lomba desa/kelurahan Berseri tingkat kabupaten nantinya akan diusulkan untuk mengikuti Program Desa/Kelurahan Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur.

Program Desa/Kelurahan Berseri dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tanggal 18 Juli 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat dalam manajemen pelestarian lingkungan di wilayahnya sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih dan lestari.

Terdapat tiga kriteria penilaian lomba desa/kelurahan Berseri. Kriteria yang pertama yaitu kelembagaan dan partisipasi masyarakat, meliputi kebijakan, program dan kelembagaan terkait lingkungan hidup yang ada di desa/kelurahan.

Kriteria kedua yaitu pengelolaan lingkungan hidup, meliputi upaya pengelolaan sampah, penyediaan fasilitas pengolahan sampah, daur ulang sampah, pengomposan, pengelolaan sanitasi, upaya pengurangan pencemaran udara, kemitraan dengan pihak luar dalam pengelolaan sampah dan upaya penghijauan.

Kriteria ketiga yaitu pengelolaan Sumber Daya Alam meliputi upaya konservasi dan penghematan sumber daya alam (air, listrik dan energi), upaya penyelamatan sumber daya alam dan pemakaian teknologi ramah lingkungan (biogas, solar cell, mikro hidro dan energi alternatif lainnya).