Dringu 2018, Menjelang tutup Tahun Anggaran 2019 atau tepatnya pada hari Rabu tanggal 12 Desember  2018, DLH menggelar pertemuan bersama sekolah Adiwiyata se Kabupaten Probolinggo baik tingkat SD, SMTP dan SMTA dalam rangka pembinaan sekolah Adiwiyata persiapan pelaksanaan Program Adiwiyata Tahun 2019.

Sebanyak kurang lebih 47 perwakilah Sekolah Adiwiyata dari semua jenjang baik peraih Adiwiyata tingkat Kabupaten, Propinsi, Nasional maupun Mandiri hadir dalam pembinaan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup melalui Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Drs. Anang Budiarto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan pembinaan   sekolah Adiwiyata tersebut dimaksudkan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran  warga sekolah tentang sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan. Adapun tujuannya adalah untuk persiapan usulan calon sekolah Adiwiyata Kabupaten Probolinggo tahun 2019 dengan focus pembinaannya adalah penyiapan kelengkapan data administrasi pengisian data makro excel.

Sebagai sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan, maka sekolah Adiwiyata harus memiliki kebijakan berupa visi, misi, tujuan dan program yang mengintegrasikan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Dalam proses belajar – mengajar antara guru dan murid  juga menjalankan pengintegrasian serta pembiasaan dalam perilaku  peduli lingkungan, hemat energy dan konservasi air.

Program Sekolah Adiwiyata adalah merupakan program nasional, pelaksanaannya sampai dengan saat ini dikembangkan secara berjenjang dan diklasifikasikan berdasarkan capaian skor indikator penilaian, yaitu Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten, Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi, Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional, Sekolah Adiwiyata Tingkat Mandiri.

Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten apabila capaian skor indikator penilaiannya paling rendah 56. Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi apabila  capaian skor indikator penilaiannya paling rendah 64. Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional apabila capaian skor indikator penilaiannya paling rendah 72. Kemudian Sekolah Adiwiyata Tingkat Mandiri apabila sekolah tersebut telah menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional kemudian berhasil melakukan pendampingan dan pembinaan pada 3 sekolah lain menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten

Adapun komponen indikator penilaian sekolah Adiwiyata dilaksanakan sesuai ketentuan Permenlhk nomor 05 Tahun 2013, meliputi : Kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis partisipatif, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Pada kesempatan pembinaan Sekolah Adiwiyata tersebut, menghadirkan 2 Orang nara sumber, yaitu Dra. Endang Sulistyowati M.Pd selaku anggota Tim Penilai Adiwiyata Tingkat Propinsi untuk menyampaikan materi tentang “Kebijakan Propinsi Jawa Timur dalam pelaksanaan Program Adiwiyata Tahun 2019”, selanjutnya Drs. Sentot T selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kab Probolinggo menyampaikan materi tentang “ Pengelolaan Sampah dengan Sistem 3R”. (Bid Penataan dan Kpst 14/12/18).