Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan web seminar (webinar) mengenai Pengolahan Sampah Organik dengan Teknologi Biokonversi BSF (Black Soldier Fly) pada Rabu (17/02/21).

Webinar ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati. Peserta webinar yaitu perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait serta instansi Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota.

Hadir sebagai narasumber dalam acara ini, Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK (Novrizal Tahar), Pakar BSF (Agus Pakpahan), Kepala DLH Kota Bogor (Denni Wismanto), dan Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (Makmun).

Sebagai penutup webinar, disampaikan materi mengenai potensi bisnis BSF oleh Direktur PT. Magalarva Reindra Labda (Rendria Arsyan Labde).

BSF (Hermetia Illucens) adalah sejenis lalat berwarna hitam yang larvanya (maggot) mampu mendegradasi sampah organik. Maggot atau belatung yang dihasilkan dari telur lalat hitam (BSF) sangat aktif memakan sampah organik.

Jika pengolahan sampah organik dengan teknologi ini dilakukan langsung di sumber sampah, maka dapat menghemat biaya pengangkutan sampah dan kebutuhan lahan untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Mengolah sampah dengan bantuan maggot biayanya tergolong murah. Kita hanya menyediakan kandang lalat hitam yang berasal dari kayu dan kain hitam, juga bak-bak untuk memelihara maggot sehingga mereka mampu mengolah sampah menjadi pupuk organik.

Biokonversi oleh larva BSF dapat mendegradasi sampah lebih cepat, tidak berbau, dan menghasilkan kompos organik, serta larvanya dapat menjadi sumber protein yang baik untuk pakan ayam dan ikan.

Proses biokonversi dinilai cukup aman bagi kesehatan manusia karena lalat ini bukan termasuk binatang vektor penyakit. Pengolahan sampai dengan BSF dapat mereduksi jumlah sampah, sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun segi kesehatan.

#HPSN2021