Petugas sampling Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan pengambilan sampel udara ambien dengan metode passive sampler pada Rabu (23/06/21). Media (sampler) yang telah dipasang dan dipaparkan di udara luar selama 14 hari, diambil dan dikirim ke laboratorium lingkungan untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Pengambilan contoh uji udara ambien terdiri dari 4 titik yang mewakili komponen kawasan industri, transportasi, permukiman dan perkantoran. Parameter uji yang dilakukan dengan metode ini hanya terbatas pada parameter Nitrogen dioksida (NO2) dan Sulfur dioksida (SO2).

Parameter NO2 mewakili emisi dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin, dan SO2 mewakili emisi dari industri dan kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar solar serta bahan bakar yang mengandung sulfur lainnya.

Hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan metode ini digunakan untuk perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan hidup (IKLH).
Perhitungan IKU menggunakan parameter NO2 dan SO2 berpedoman pada Surat Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor S.318/PPKL/SET/REN.0/12/2020 tentang Metode Perhitungan IKLH 2020.

Pertimbangannya bahwa kualitas udara saat ini banyak dipengaruhi oleh aktivitas transportasi, dan kedua parameter tersebut dapat mewakili aktivitas tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara ambien tahun 2020, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Probolinggo mencapai angka 81,6 atau termasuk dalam kategori baik.

Mutu udara ambien dari suatu daerah akan berbeda dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan karena kualitas udara ambien dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sumber dan jenis pencemar, kepadatan industri, kepadatan kendaraan bermotor, kepadatan penduduk, faktor meteorologi dan topografi.