Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan rapat koordinasi bersama Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Probolinggo pada Jum’at (06/11/20).

Rakor membahas mengenai penetapan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tahun 2020. Penilaian pemenuhan kriteria Sekolah Adiwiyata dilakukan melalui penilaian dokumen dan verifikasi lapangan.

Verifikasi lapangan Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten telah dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober s/d 5 November 2020.

Adapun sekolah yang dinilai terdiri dari 5 Sekolah Dasar dan 2 Sekolah Menengah Pertama, yaitu SDN Kedung Caluk 1, SDN Patemon, SDN Tongas Wetan 2, SDN Sokaan 2, SDN Krejengan, SMPN 1 Tegalsiwalan dan SMPN 1 Tiris.

Rapat tim penilai dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Mohammad Said didampingi oleh Kepala Seksi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas LH, Darwanti Impiani.

Anggota Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Probolinggo yaitu dari DLH Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, dan SMAN 1 Dringu/Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo.

Berdasarkan hasil pembahasan oleh tim, dari tujuh sekolah yang dinilai, semuanya dinyatakan lolos verifikasi dan memenuhi kriteria sebagai sekolah adiwiyata kabupaten.

Nilai yang dicapai oleh tujuh sekolah tersebut di atas 70% dari nilai capaian tertinggi Sekolah Adiwiyata kabupaten.

Sekolah Adiwiyata Kabupaten akan ditetapkan dengan Keputusan Bupati berdasarkan Berita Acara penetapan sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten tahun 2020. Penghargaan diberikan dalam bentuk piagam yang ditandatangani oleh bupati.

Penghargaan Adiwiyata merupakan bukti keberhasilan sekolah dalam melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (PBLHS).

Penetapan sebagai Sekolah Adiwiyata berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan usulan dan hasil evaluasi.