Pendampingan administrasi untuk Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) dilaksanakan pada Rabu (05/02/20) di ruang pertemuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 perwakilan sekolah Adiwiyata Kabupaten yang akan diusulkan ke Provinsi.

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Mohammad Said dan didampingi oleh Kepala Seksi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas LH, Darwanti Impiani.

Hadir pula dalam acara tersebut Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Probolinggo yang akan melakukan pendampingan administrasi untuk CSAP yaitu dari SMAN 1 Dringu (Mamik Susanti) dan dari SMP Bhakti Pertiwi Paiton (Masrur).

Adapun 12 sekolah yang akan diusulkan sebagai CSAP Tahun 2020 yaitu 5 sekolah dari tingkat sekolah dasar atau sederajat yaitu: SDN Patokan 1, SDN Krucil 1, SDN Sapikerep 1, SDN Sukapura 2 dan MIN Maron.

Dari tingkat SMP atau sederajat terdapat 5 sekolah yaitu SMPN 1 Gending, SMPN 1 Besuk, SMPN 1 Kotaanyar, SMPN 2 Lumbang, dan MTsN 2 Probolinggo. Sedangkan dari tingkat SMA/SMK atau sederajat ada 2 sekolah yaitu SMKN 2 Kraksaan dan MAN 1 Probolinggo.

Pengusulan CSAP dilakukan secara online paling lambat tanggal 10 Februari 2020, sedangkan penyampaian dokumen usulan akan dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 19 Februari 2020 dengan mengirim kelengkapan administrasi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Penghargaan Adiwiyata.

Gerakan PBLHS meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Gerakan PBLHS. Perencanaan Gerakan PBLHS dilakukan melalui penyusunan Rencana Gerakan PBLHS terdiri atas rencana 4 (empat) tahunan dan rencana tahunan.

Pelaksanaan Gerakan PBLHS meliputi jenis kegiatan: pembelajaran pada mata pelajaran, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) di sekolah, penerapan PRLH untuk masyarakat sekitar sekolah dan/atau di daerah, membentuk jejaring kerja dan komunikasi, kampanye dan publikasi Gerakan PBLHS, dan membentuk serta memberdayakan Kader Adiwiyata.

Pembelajaran meliputi aspek kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman, konservasi air, konservasi energi, dan inovasi terkait Penerapan PRLH lainnya berdasarkan hasil Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup (IPMLH).

#AdiwiyataProvinsi