Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penanganan sampah yang ramah lingkungan serta untuk mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa/RW, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan pembinaan bank sampah.

Pembinaan bank sampah diselenggarakan di Balai Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu pada Jum’at (13/11/20). Acara ini dilaksanakan oleh Bidang Pengelolaan Sampah DLH melalui kegiatan “Gema Sajadah” (Gerakan Masyarakat Olah Sampah Jadi Berkah).

Pembinaan dibuka oleh Sekretaris DLH Kabupaten Probolinggo, Asep Chairul Saleh dan dihadiri oleh Kepala Desa, Karang Taruna, Polsek Dringu, Koramil, beserta masyarakat Desa Kedungdalem. Peserta pembinaan sebanyak 30 orang, terdiri dari calon ketua dan pengurus bank sampah desa.

Materi pembinaan disampaikan oleh 3 narasumber yaitu Kepala Bidang Pengelolaan Sam
pah (Zaenal Ansori), PT. POMI-Paiton Energy (Nina Ari Wahyuni) dan Ketua Komunitas Bank Sampah Kabupaten Probolinggo (Muhammad Azis).

Kabid Pengelolaan Sampah menyampaikan materi tentang Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah, sedangkan dari PT. POMI-Paiton Energy menyampaikan materi tentang Pengelolaan Sampah dengan prinsip 3R. Pemateri terakhir yaitu Ketua Komunitas Bank Sampah menjelaskan mengenai Proses Pembentukan Bank Sampah.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disebutkan bahwa sumber utama sampah nasional yaitu 36% dari kegiatan rumah tangga.

Oleh karena itu, pendekatan pengelolaan sampah harus dilakukan pada sumbernya dan berbasis partisipasi masyarakat. Caranya dengan menerapkan prinsip 3R yakni Reduce, Reuse dan Recycle melalui pembangunan Bank Sampah di permukiman masyarakat.

Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah, sekaligus juga memberikan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan.