Petugas sampling Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan pengambilan sampel udara ambien tahap kedua dengan metode passive sampler pada Rabu (01/09/21).

Pemantauan udara ambien yang dibiayai dari dana APBN ini dilakukan pada 8 titik yang mewakili komponen kawasan industri, transportasi, permukiman dan perkantoran.

Pemantauan dengan metode passive sampler di Kabupaten Probolinggo dilakukan dengan menggunakan dua sumber dana yaitu, APBN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta dari APBD Kabupaten Probolinggo.

Hasil pemantauan mutu udara ambien dengan metode tersebut digunakan untuk perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan hidup (IKLH).

Penambahan titik pantau menggunakan dana APBD dilakukan untuk menambah varian data agar lebih mewakili kondisi kualitas udara di Kabupaten Probolinggo.

Pemantauan mutu udara ambien dari APBN dan APBD masing-masing dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun mewakili musim penghujan dan musim kemarau. Untuk pemantauan tahap pertama telah dilaksanakan pada bulan Juni 2021.

Parameter uji yang dilakukan dengan metode Passive Sampler ini terbatas pada parameter Nitrogen Dioksida (NO2) dan Sulfur Dioksida (SO2).

Parameter NO2 mewakili emisi dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin. Parameter SO2 mewakili emisi dari industri dan kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar solar serta bahan bakar yang mengandung sulfur lainnya.

Berdasarkan hasil pengukuran mutu udara ambien tahun 2020, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Probolinggo mencapai angka 81,6 atau termasuk dalam kategori baik.