Untuk memantau kualitas air permukaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan pengambilan contoh uji air permukaan di Sungai Besi dan Sungai Gending pada Rabu (16/06/21).

Sehari sebelumnya telah dilakukan pengambilan sampel air permukaan pada Sungai Pekalen dan Sungai Kertosono (15/06/21). Pemantauan kualitas air permukaan ini dilakukan di sungai yang berpotensi mengalami pencemaran.

Pemantauan kualitas air pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan manusia mempengaruhi kualitas air suatu badan air, yang mana badan air itu juga dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan manusia.

Kualitas air perlu dijaga agar selalu memenuhi baku mutu air sesuai dengan kelas peruntukannya. Tujuan pemantauan kualitas air adalah untuk mendapatkan data kualitas air yang memenuhi kaidah hukum dan ilmiah dalam rangka:
a. Memenuhi kebutuhan penyampaian informasi lingkungan kepada masyarakat
b. Menetapkan dan menyampaikan status mutu air
c. Mengukur kinerja pengendalian pencemaran air
d. Menetapkan kebijakan pengendalian pencemaran air lainnya

Untuk mengetahui kualitas air sungai di Kabupaten Probolinggo, dilakukan pengujian laboratorium terhadap beberapa parameter uji kualitas air yang terdiri dari parameter fisika, kimia dan biologi.

Hasil pengujian masing-masing parameter tersebut nantinya dibandingkan dengan Baku Mutu Air Nasional untuk sungai kelas III yang telah ditetapkan di dalam lampiran VI Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sehingga dapat diketahui air sungai tersebut tercemar atau tidak.

Berdasarkan hasil monitoring kualitas air sungai tahun 2020, parameter yang melebihi baku mutu lingkungan adalah jumlah fecal coliform, BOD dan TDS. Bakteri coliform merupakan mikroorganisme indikator untuk mengetahui suatu perairan tercemar oleh aktivitas domestik dan peternakan.

Sedangkan BOD adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh bakteri pengurai untuk menguraikan bahan pencemar organik dalam air. Makin besar kosentrasi BOD suatu perairan, menunjukkan konsentrasi bahan organik di dalam air juga tinggi. Secara umum mutu air sungai di Kabupaten Probolinggo di tahun 2020 masih masuk dalam kategori tercemar ringan.

Upaya pengendalian pencemaran air permukaan perlu dilakukan guna meningkatkan mutu sungai atau minimal menjaga agar mutu air sungai tidak sampai turun menjadi tercemar sedang bahkan berat. Pencegahan pencemaran air merupakan langkah preventif guna mencegah masuknya beban pencemar yang mengakibatkan terlampauinya daya tampung sungai.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan penerapan produksi bersih pada industri, penyediaan sarana pengolahan air limbah, dan pemenuhan baku mutu air limbah sebelum dibuang ke badan air (sungai). Selain itu upaya penanggulangan dan pemulihan pencemaran air merupakan upaya lanjutan manakala terjadi pencemaran air melalui langkah-langkah penghentian sumber pencemar.

Peran serta masyarakat dalam pengendalian pencemaran air permukaan sangat dibutuhkan, mengingat potensi terbesar cemaran air permukaan justru bersumber dari aktivitas masyarakat seperti menjadikan saluran drainase sebagai saluran pembuangan air limbah rumah tangga dan perilaku membuang sampah ke sungai.