Sebagai tindak lanjut rencana pemulihan kerusakan lahan akses terbuka di Kabupaten Probolinggo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Desa Pamatan Kecamatan Tongas pada Kamis (23/09/21).

Tim verifikasi KLHK, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan DLH Kabupaten Probolinggo mengundang pemilik lahan dan masyarakat yang berdomisili di sekitar Lahan Akses Terbuka (LAT) yang akan dipulihkan.

Tujuan pelaksanaan FGD yaitu untuk memetakan konsep pemulihan yang diinginkan oleh masyarakat sekitar, serta konsep kelembagaan yang diinginkan oleh masyarakat desa setempat.

LAT adalah lahan yang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan akibat penambangan tanpa izin. Pemulihan kerusakan LAT dilakukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan agar dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Lahan yang tadinya terlantar diharapkan menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Model pemulihan lahan yang telah dikembangkan oleh KLHK diantaranya adalah agroforestri, agrowisata, dan pasar ramah lingkungan.

Sedangkan kelembagaan desa dan masyarakat yang nantinya dapat menjadi penanggung jawab untuk mengelola aset pemulihan yang akan dibangun dapat berbentuk Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), masyarakat adat setempat, ataupun kelompok masyarakat.

Dengan tersusunnya rencana pemanfaatan lahan serta bentuk pengelolaan lokasi pemanfaatan yang disepakati oleh masyarakat, diharapkan masyarakat mendapat manfaat sekaligus bertanggung jawab terhadap pemanfaatan lahan tersebut.

Pemulihan lahan ini selain untuk memperbaiki kerusakan lahan, juga diharapkan dapat meningkatkan fungsi lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

#LahanAksesTerbuka