Krejengan 2018. Sabtu 17 Maret 2018 suasana di TPA Seboro Krejengan tampak berbeda dari hari-hari biasanya, bukan karena hari libur atau  bertepatan dengan hari raya Nyepi, namun TPA kedatangan tamu istimewa yaitu Tim Penilai Adipura Kemenlhk yang sedang melakukan penilaian tahap II terhadap pengelolaan lingkungan dan kebersihan di Kabupaten Probolinggo khususnya Kota Kraksaan.

Tim Penilai Adipura tersebut telah hadir di Kabupaten Probolinggo sejak hari Jum’at sore 16 Maret 2018 untuk melihat langsung ke beberapa titik lokasi yaitu 35 titik lokasi penilaian, diantaranya lingkungan : perkantoran, sekolah, rumah sakit, Tempat ibadah, pemukiman, saluran terbuka, Jalan umum, Bank sampah dan lain-lain termasuk tempat pengolahan akhir Sampah di TPA Seboro.

Untuk kunjungan di TPA Seboro ini dilakukan pada hari kedua dan  dituntaskan seluruh penilaian fisik ini pada hari itu.  Kedatangan Tim didampingi oleh Kepala DLH serta unsur pejabat dibawahnya. Ditengah kesibukan menjalankan tugas penilaian di TPA, Tim menyempatkan diri mampir di warkop gratis kantin TPA untuk sejenak menikmati secangkir kopi sambil melakukan evaluasi singkat, memberikan saran masukan dan sharing tentang pengelolaan TPA. Tempatnya sederhana namun bersih dan ada yang berbeda dengan kantin lainnya. Disini penggunaan bahan bakarnya tidak menggunakan elpiji, BBM ataupun kayu bakar, tetapi memanfaatkan gas bio yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah organik yang diolah atau ditimbun di area penimbunan.

Pada tahun 2017 pada area penimbunan sampah sisi barat selatan, dibangun instalasi biogas untuk menangkap dan memanfaatkan gas bio berupa gas methan atau CH4. Proses control landfill  pengolahan sampah tersebut ternyata menghasilkan   gas methan yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar memasak baik dipakai sendiri untuk kebutuhan karyawan di TPA maupun untuk  disalurkan pemaanfaatannya kepada warga masyarakat sekitarnya  secara gratis.

Sebagaimana diketahui  gas metan merupakan potensi kalor dari jenis biomassa. Jika dibiarkan tanpa pemanfaatan, maka gas metan akan memuai ke atmosfer yang justru dapat merusak lapisan ozon bumi, penyebab pemanasan global atau efek rumah kaca. Penggunaan gas metan dari daur ulang sampah organik memang sangat berpotesi untuk menggantikan peran elpiji dan minyak tanah sebagai energi terbarukan yang murah serta ramah lingkungan. Semoga hasil penilaian tahap dua Adipura ini membuahkan hasil yang  baik, semakin memotivasi Pemerintah Daerah dan masyarakatnya untuk mewujudkan lingkungan yang baik dan sehat. Sayangi bumi, bersihkan dari sampah.  (Bid Persampahan   /3 18).