Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Lingkungan hidup di tahun 2018 mulai melaksanakan kegiatan rutin pemantauan kualitas lingkungan, meliputi pemantauan kualitas air dan udara sebagai bagian dari kewenangan pemerintah daerah yang tertuang dalam Pasal 13 Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air dan Pasal 18 Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Pemantauan kualitas air untuk air permukaan (sungai) Tahun 2018 mengalami penambahan jumlah titik pantau dari 2 titik per sungai menjadi 3 titik pantau per sungai. Sedangkan frekuensi pemantauan dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun yang mewakili kondisi Musim Hujan dan Kemarau. Kegiatan pemantauan diawali dengan penentuan sungai yang menjadi lokasi pantau kemudian dilanjutkan dengan survey bersama dengan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo untuk penentuan titik pantau di titik Hulu, Tengah dan Hilir . Berdasarkan hasil koordinasi dan survey lokasi, ditetapkan lokasi pantau sungai yang mewakili Wilayah Sungai Pekalen-sampean dan Welang Rejoso, sebagai berikut :

1.Sungai Kertosono (WS Pekalen-sampean)
2.Sungai Pekalen (WS Pekalen-sampean)
3.Sungai Gending (WS Welang Rejoso)
4.Sungai Besi (WS Welang Rejoso)

Pemantauan kualitas air permukaan (sungai) tahap 1 yang mewakili musum hujan telah dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Pebruari 2018 terhadap 4 (empat) lokasi pantau sungai yang masing-masing diambil 3 sampel yang mewakili titik Hulu, tengah dan hilir. Kemudian sampel akan dianalisis pada laboratorium lingkungan yang terakreditasi terhadap 10 (sepuluh) parameter uji, yaitu pH,TSS, BOD, COD, DO, PO4, Total Koli, Koli Tinja, Minyak dan lemak serta Deterjen.

Pemantauan kualitas udara ambien tahun 2018 menggunakan dua metode, yaitu metode manual aktif (sesaat) dan Passive sampler yang semuanya dibiayi oleh APBD Kabupaten Probolinggo. Pemantauan kualitas udara dengan metode passive sampler telah dimulai pada tangggal 19 Pebruari 2018 dengan menempatkan/memasang media sampler pada 4 titik pantau yang mewakili 4 peruntukan kawasan, yaitu :

1.Area Paiton Resort 2 Hotel, untuk kawasan Industri
2.Halaman Bank BNI Cabang Kraksaan, untuk kawasan Transportasi
3.Perumahan Kebonagung Kraksaan, untuk kawasan permukiman
4.Halaman Kantor Arsip, Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah di dringu, untuk kawasan perkantoran

Media sampler tersebut akan dipaparkan selama 14 hari kedepan dan akan diambil pada tanggal 5 Maret 2018 untuk dilakukan analisis pada laboratorium terakreditasi. Parameter yang diuji untuk metode ini hanya 2 parameter kunci, yaitu NO2 dan SO2. (Bid P2, 23/2 18)