Tim evaluasi Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) melaksanakan evaluasi teknis lapangan di Kabupaten Probolinggo pada Selasa s/d Kamis (16-18/03/2021).

Tim evaluasi sebanyak tiga orang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur (Agus Sucahyo dan Tohir), serta praktisi lingkungan (Sudjiman).

Turut mendampingi tim evaluasi, dari DLH Kabupaten Probolinggo hadir Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Sujarwatiningsih dan dari Bakorwil V Jember, Andis Risky Pahlevi.

Evaluasi teknis dilakukan pada tujuh desa/kelurahan di Kabupaten Probolinggo, yaitu dua desa menuju Kategori Pratama: Desa Kalirejo Kecamatan Dringu dan Desa Brani Kulon Kecamatan Maron.

Tiga desa/kelurahan menuju Kategori Madya, yaitu Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan dan Desa Bago Kecamatan Besuk. Sedangkan desa yang menuju kategori mandiri yaitu, Desa Bhinor Kecamatan Paiton dan Desa Krejengan Kecamatan Krejengan.

Evaluasi teknis lapangan diawali dengan pengecekan dokumen administrasi, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke RW yang diusulkan oleh masing-masing desa/kelurahan.

Komponen yang dinilai dalam evaluasi teknis ini adalah kelembagaan dan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah, Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).

Program Desa/Kelurahan Berseri dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa/kelurahan dan peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih dan lestari.

Program ini dilaksanakan secara berjenjang, yaitu Berseri kategori rintisan yang dibina dan diseleksi oleh kabupaten/kota, dengan penilaian pada 1 RW. Berseri kategori Pratama penilaiannya pada 2 RW, dan Berseri kategori Madya minimal telah mengelola 3 RW.

Sedangkan untuk Berseri tingkat Mandiri, minimal mengelola 4 RW atau semua RW apabila RW yang ada pada desa/kelurahan tersebut kurang dari 4 RW. Berseri kategori Pratama, Madya dan Mandiri dibina dan diseleksi oleh Pemerintah Provinsi Jatim.