Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup melakukan studi tiru pengolahan air limbah industri batik pada tanggal 2 s/d 3 November 2021. Lokasi yang dikunjungi pada hari pertama yaitu Griya Batik Widi Nugraha Kabupaten Ngawi, dan pada hari kedua mengunjungi usaha Batik milik Bu Dar di Kota Mojokerto.

Pada kunjungan ini, DLH mengajak Sentra Batik Tulis Prabu Linggih Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama mempelajari teknologi pengolahan air limbah industri batik, mulai dari desain, proses, pemeliharaan, biaya pembuatan, perkiraan biaya operasional dan informasi lainnya.

Dipilihnya Griya Batik Widi Nugraha dan Griya Batik Bu Dar sebagai tujuan kunjungan studi tiru, karena hanya dua industri batik ini yang telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Jawa Timur.
Griya Batik Widi Nugraha membangun IPAL dengan biaya sendiri (dana swadaya), sedangkan IPAL milik Griya Batik Bu Dar merupakan bantuan/hibah dari pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Industri batik termasuk dalam industri tekstil yang paling banyak menggunakan air dalam proses produksinya, dan air limbah yang dihasilkan mencapai 80% dari seluruh jumlah air yang dipergunakan dalam pembatikan.

Air limbah industri batik berasal dari kegiatan pewarnaan, pencucian dan pelorodan (penghilangan lilin batik). Air limbah industri batik mengandung bahan organik, padatan tersuspensi, minyak atau lemak yang tinggi dan logam berat.

Apabila limbah dibuang begitu saja ke lingkungan tanpa adanya proses pengolahan limbah terlebih dahulu, maka berpotensi menimbulkan pencemaran terutama pada perairan.
Dengan adanya studi tiru ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam penanganan limbah industri batik, agar nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Probolinggo.

#IpalBatik