Tanggal 10 Agustus ditetapkan sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009. Hari peringatan ini menjadi momen strategis sebagai upaya mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup.
HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Tema yang diusung pada HKAN Tahun 2020 adalah “Negara Rimba Nusa: Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Tema ini menekankan pada semangat berperadaban maju yang harmoni dengan alam di era milenial.
Konservasi sumber daya alam hayati (tumbuhan dan satwa) serta ekosistemnya dilakukan melalui kegiatan perlindungan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alami hayati dan ekosistemnya.
Perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan dilakukan dengan penetapan wilayah tertentu sebagai wilayah perlindungan alam. Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dilaksanakan dengan menjaga kawasan suaka alam agar tetap dalam keadaan asli dan membiarkan populasi semua jenis tumbuhan dan satwa tetap seimbang menurut proses alami di habitatnya.
Terkait dengan kegiatan konservasi alam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo ikut berperan melalui kegiatan penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan serta kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber daya air.
Kegiatan penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan yang telah dilaksanakan DLH, berupa penanaman 2.000 bibit mangrove di Pantai Tambaksari Kecamatan Pajarakan pada bulan Juni 2020 lalu.