Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas ketentuan yang ditetapkan dalam perizinan lingkungan dan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Pengawasan lingkungan dapat dilaksanakan secara rutin maupun inspeksi mendadak (Sidak).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup melakukan sidak ke rumah sakit dan industri yang menghasilkan air limbah.

Sidak ini difokuskan pada pemantauan kualitas air limbah. Target sidak tahun 2020 yaitu 38 titik penaatan pada industri dan 7 titik penaatan pada rumah sakit.

Pada semester pertama, sidak telah dilakukan di 7 rumah sakit. Namun kegiatan tersebut sempat terhenti akibat masa darurat pandemi dan mulai dilanjutkan kembali pada bulan Agustus 2020.

Pemantauan kualitas air limbah dilakukan dengan mengambil sampel air limbah di setiap titik penaatan, kemudian dianalisa di laboratorium lingkungan yang terakreditasi.

Hasil uji laboratorium tersebut nantinya menjadi salah satu bahan evaluasi penilaian tingkat ketaatan perusahaan terhadap pemenuhan baku mutu air limbah.

Kegiatan yang dianggarkan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini merupakan salah satu pendukung kegiatan pengawasan lingkungan hidup sebagaimana diamanahkan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pemantauan kualitas air limbah melalui sidak ini, tidak menggugurkan kewajiban penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan self monitoring atau pemantauan secara mandiri (swapantau) terhadap kualitas air limbah setiap bulannya.

Pelaksanaan kewajiban perusahaan yang tertuang dalam izin lingkungan dan dokumen lingkungan hidup (Amdal/UKL-UPL) dilaporkan secara berkala (6 bulan sekali) kepada Bupati Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo.