Dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo menggelar Workshop Pengendalian Kualitas air di Kabupaten Probolinggo yang bertempat di Paiton Resort Hotel pada Selasa (05/11/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup ini dihadiri oleh 50 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait antara lain Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Kesehatan.

Dari Kelompok Industri antara lain PT. Sasa Inti, PT. Suryajaya Abadi Perkasa, PT. Sampoerna, Pabrik Gula dan Rumah Sakit. Sedangkan dari Kelompok Masyarakat yang diundang yaitu relawan sanitasi dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta pondok pesantren.

Tujuan penyelenggaraan workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya upaya pengendalian pencemaran air, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian pencemaran air, serta mensinergikan program-program yang terkait dengan upaya pengendalian pencemaran air

Workshop dibuka oleh Kepala DLH Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Hasyim Ashari. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perlu adanya upaya pengendalian pencemaran air, mengingat dalam 4 tahun terakhir terdapat trend penurunan status mutu air di Kabupaten Probolinggo.

“Perkembangan investasi yang pesat menyebabkan perekonomian semakin meningkat. Namun demikian terdapat dampak negatif yang ditimbulkan yaitu terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. Limbah domestik dari rumah tangga juga memberikan kontribusi yang besar pada pencemaran air. Tingkat kemiskinan yang tinggi terkait pula dengan perilaku masyarakat yang masih belum sadar untuk menjaga lingkungan, di antaranya kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan membuang sampah di sungai, menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas air” pungkasnya.

Dalam acara ini mengundang 5 orang narasumber, yaitu dari DLH Provinsi Jawa Timur, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo serta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sedangkan dua orang narasumber yang lain dari DLH.

Adapun materi yang disampaikan oleh DLH Provinsi Jatim yaitu mengenai Kebijakan program pengendalian pencemaran air dalam rangka mencapai target Indeks Kualitas Air (IKA) di Provinsi Jawa Timur. Materi dari Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo tentang Kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan Air Limbah Domestik, dan dari ITS Surabaya menyampaikan paparan tentang Pengelolaan Air Limbah Berbasis Partisipatif.

Narasumber dari DLH yaitu Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup, Yusdi Vari Afandi menyampaikan materi tentang Kebijakan dan Pelaksanaan Pengendalian dan Pemantauan Kualitas Air. Materi lainnya mengenai Tata Laksana Perijinan Pembuangan Air Limbah di Kabupaten Probolinggo, disampaikan oleh Kepala Seksi Analisis Dampak Lingkungan Hidup, Edi Lianto. (P2LH)