Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi perdana dalam rangka pemeriksaan terhadap Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) kegiatan rehabilitasi jalan, pada Kamis (21/01/21).

Rakor dipimpin oleh Sekretaris DLH Kabupaten Probolinggo, Asep Chairul Saleh didampingi oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Sujarwatiningsih.

Pemeriksaan UKL-UPL kegiatan rehabilitasi jalan Condong-Manggisan dan Manggisan-Krucil yang berlokasi di Kecamatan Gading dan Kecamatan Krucil ini melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

OPD yang diundang yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku Pemrakarsa kegiatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Satpol PP serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

UKL-UPL adalah salah satu dokumen lingkungan hidup yang wajib disusun oleh pemrakarsa untuk rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup.

Terdapat 3 jenis dokumen lingkungan hidup yaitu dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), UKL-UPL dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL).

Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

Usaha dan/atau kegiatan yang tidak masuk kriteria menyusun AMDAL, maka diwajibkan menyusun UKL-UPL. Sedangkan SPPL disusun untuk usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib Amdal dan/atau UKL-UPL.

Pembangunan dan/atau peningkatan jalan berpotensi menimbulkan dampak bangkitan lalu lintas, kebisingan, getaran, emisi yang tinggi, gangguan visual dan dampak sosial, sehingga perlu komitmen pemrakarsa dalam menanggulangi dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan pendekatan teknologi, sosial dan kelembagaan.