Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan pembinaan bank sampah di Desa Guyangan Kecamatan Krucil pada Selasa (01/09/20). Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta masyarakat Desa Guyangan sebanyak 30 orang, yang terdiri dari calon ketua dan pengurus bank sampah desa. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah yang ramah lingkungan dan untuk mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa/RW.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo, Zaenal Ansori. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pada Perda Kabupaten Probolinggo Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, DLH mempunyai tanggung jawab pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sampah sementara (TPS) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pengangkutan sampah dari rumah tangga ke TPS menjadi tanggungjawab satuan pelaksana kebersihan desa/kelurahan. Sedangkan sampah kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri dan kawasan khusus, pengangkutannya ke TPS dan/atau TPA menjadi tanggungjawab pengelola kawasan. Namun demikian diharapkan sampah dapat teratasi pada sumbernya, dan hanya sampah yang tidak dapat diolah (residu) yang ditimbun di TPA.

Dalam acara ini disampaikan pula materi pembinaan oleh tiga orang narasumber yaitu Kepala Seksi Pengurangan dan Pemanfaatan Sampah DLH (Subiono), CSR PT. POMI-Paiton Energy (Nina Ari Wahyuni) dan Ketua Komunitas Bank Sampah Kabupaten Probolinggo (Muhammad Azis).

Kasi Pengurangan dan Pemanfaatan Sampah menyampaikan materi tentang Kebijakan Pengelolaan Sampah dan CSR PT. POMI-Paiton Energy menyampaikan materi “Menuju Desa Berwawasan Lingkungan”. Sedangkan pemateri terakhir yaitu Ketua Komunitas Bank Sampah Kabupaten Probolinggo menjelaskan mengenai Proses Pembentukan Bank Sampah.

Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya bank sampah, dapat memberikan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan.

Dampak sosial ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Dampak ekonomi berupa tambahan penghasilan yang diterima oleh masyarakat selaku nasabah bank sampah. Sedangkan dampak terhadap lingkungan yaitu berkurangnya sampah rumah tangga yang dibuang ke TPS dan TPA, sehingga kondisi lingkungan menjadi lebih bersih serta dapat memperpanjang umur pemakaian TPA.

Di Kabupaten Probolinggo telah terbentuk 20 bank sampah. Dengan adanya pembinaan teknis bank sampah, diharapkan bank sampah di Kabupaten Probolinggo akan terus bertambah, baik jumlah, omzet dan tingkat reduksi sampahnya.