Desa Gili Ketapang merupakan satu pulau kecil di Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dengan luas wilayah 61 Ha dan jumlah penduduk 8.127 jiwa (data BPS 2019).

Pulau Gili Ketapang saat ini menjadi destinasi wisata bahari karena keindahan pantai dan karang lautnya. Potеnsі kеіndahan bawah laut yang bеrіsіkan tеrumbu karang dеngan kеhіdupan bіota lautnya dapat dinikmati melalui wisata snorkeling yang mеnjadі daya tarіk wіsata dі Gіlі Kеtapang.

Terumbu karang (coral reef) adalah suatu ekosistem yang hidup di dasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur terdiri atas polip-polip karang dan organisme-organisme kecil lain yang hidup dalam koloni.

Terumbu karang merupakan rumah bagi 25% dari seluruh biota laut dan merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan lingkungan. Selain sebagai habitat ikan dan biota laut lainnya, manfaat terumbu karang yaitu sebagai penahan abrasi pantai dan pemecah gelombang.

Dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang dijelaskan beberapa penyebab rusaknya terumbu karang yaitu penyebab alami seperti perubahan suhu, sedimentasi, penyakit, dan bencana.

Sedangkan penyebab kerusakan akibat aktivitas manusia seperti pengerukan, penambangan, penangkapan ikan dengan menggunakan alat bantu dan/atau bahan kimia dan biologi yang merusak, serta pencemaran perairan.

Pencemaran perairan oleh berbagai limbah dan sampah yang menyebar di laut dapat merusak kelangsungan hidup terumbu karang. Sampah organik dapat mencemari lingkungan secara kimiawi karena setelah terdekomposisi sampah organik akan mengalami perubahan kimia sehingga dapat mempengaruhi kualitas air laut. Sampah anorganik terutama sampah plastik yang bertebaran di laut dapat menghalangi cahaya matahari dan oksigen yang dibutuhkan oleh terumbu karang.

Dеngan adanya modal potеnsі wіsata bеrupa kеіndahan alam bawah laut, dіharapkan pіhak pеngеlola dan masyarakat Pulau Gili Ketapang dapat mеnjaga kеlеstarіan potеnsі wіsata yang ada agar tіdak mеngalamі kеrusakan.

Salah satu caranya dengan melakukan pencegahan dan/atau penghentian kegiatan yang dapat merusak habitat terumbu karang, antara lain dengan mencegah atau menghentikan penggunaan bahan peledak, bahan berbahaya dan beracun serta alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan di habitat terumbu karang, serta tidak mencemari perairan dengan melakukan pengelolaan limbah dan sampah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.