Kraksaan 2018, Untuk mendorong partisipasi aktif dan kontribusi peran serta masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi pengendalian dampak perubahan iklim, Pemerintah memberikan apresiasi kondisi aktif masyarakat atas kepedulian dan peran sertanya secara terukur melalui penilaian pada pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim).

       Untuk itu dalam rangka evaluasi pelaksanaan Proklim di Kabupaten Probolinggo, pada awal Agustus 2018 ini Pemerintah Kabupaten Kabupaten Probolinggo menerima kedatangan Tim verifikasi pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) Kementerian Lingkungan Hidup selama 2 hari mulai Kamis s/d Jum’at atau tanggal 2 dan 3 Agustus 2018 untuk melihat langsung pada 2 Desa di Kabupaten Probolinggo yaitu Desa Watupanjang Kecamatan Krucil dan Desa Binor Kecamatan Paiton.

Tim verifikasi ini terdiri dari Yulianto Teguh Wibowo dari Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Asri Cahaya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur.

               Sebelum melaksanakan verifikasi lapangan Tim Verfikasi diterima langsung oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan H. Moh Happpy diruang kerjanya dengan didampingi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, kemudian dilanjutkan kunjungan lapangan ke kedua Desa tersebut. Hari pertama kunjungan dilaksanakan di Desa Watupanjang, hari kedua di Desa Binor.

       “Pelaksanaan Proklim di Kabupaten Probolinggo yang dalam hal ini dilaksanakan pada 2 Desa yaitu Desa Watupanjang Kecamatan Krucil dan Desa Binor Kecamatan Paiton adalah merupakan Desa yang aktif melakukan upaya kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Upaya-upaya tersebut dilakukan secara sinergi antara Pemerintah Desa, warga masyarakatnya, dukungan Pemerintah Daerah melalui OPD terkait dan swasta melalui pelaksanaan CSR” demikian disampaikan H. Moh. Happy dalam kesempatan penyambutan Tim Verifikasi.

            Lebih lanjut  dijelaskan, upaya – upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di kedua Desa tersebut antara lain : konservasi air dan konservasi alam, Pemanfaatan energy terbarukan atau hemat energi dan kebersihan lingkungan diantaranya berupa pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), Sumur Resapan, Rolak, Jebakan air (Dagadung), Mikrohidro, Biogas pemanfaatan kotoran ternak, Komposting, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Solarsel, pertanian organik, Pengelolaan kebersihan lingkungan, dan kegiatan mitigasi adaptasi lainnya.

            Pada kunjungannya di Desa Watupanjang, Tim beserta rombongan diterima Camat dan muspika Kecamatan Krucil, Kepala Desa beserta perangkat dan masing-masing pokja perubahan iklim Desa Watupanjang.

         Setelah Kepala Desa menyampaikan penjelasan tentang profile Desa dan kegiatan-kegiatan di Desa yang mengarah pada upaya mitigasi dan adaptasi serta peran masyarakat dan semua pihak dalam mendukung pelaksanaannya, Tim Verifikasi  melaksanakan 2 tahap kegiatan, yaitu wawancara dan peninjauan ke masing-masing titik lokasi.

          Wawancara dilaksanakan di dua tempat yaitu di Balai Desa dan di lapangan titik lokasi kegiatan. Wawancara dilaksanakan langsung bersama para ketua pokja dan anggota, seperti Pokja Biogas, KRPL, pertanian organik, Bank Sampah, Mikrohidro dan pokja lainnya. Selanjutnya peninjauan lapangan melihat langsung pelaksanaan budidaya kopi organik beserta pelaksanaan upaya konservasi air dan proses pembuatan pupuk organiknya yang dikelola oleh “Poktan Rejeki 17” dibawah binaan Deptan, KRPL, biogas kotoran ternak sapi, dan, sumur resapan, dan lokasi kegiatan-kegiatan lainnya.

            Secara keseluruhan Tim verifikasi Yulianto Teguh Wibowo cukup puas dan sangat mengapresiasi terhadap capaian yang dilaksanakan pada Desa Proklim khususnya di Kabupaten Probolinggo, demikian pula partisipasi masyarakat dan dukungan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.

           Lebih lanjut disampaikan, bahwa  di Jawa Timur terdapat sekitar 21 lokasi yang ikut serta dalam verifikasi Proklim nasional. Sementara secara nasional terdapat 208 lokasi. Fokusnya adalah desa yang merupakan penggiat lingkungan yang peduli terhadap perubahan iklim.  Selanjutnya berharap Proklim agar jangan dijadikan even biasa, tetapi kalau bisa dapat menjadi budaya atau kebiasaan yang baik tentang kepedulian terhadap lingkungan. “Marilah membiasakan diri dengan kegiatan baik untuk mendukung perubahan iklim,” pungkasnya.

Verifikasi lapangan tersebut berlangsung sampai malam atau satu hari penuh, demikian pula  pada hari kedua di Desa Binor juga akan dilakukan hal yang sama. (Bid.Pemeliharaan LH 9/8/18).