Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melaksanakan verifikasi teknis rekomendasi izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) untuk kegiatan Penyimpanan Limbah B3, pada Kamis (04/03/21).

Lokasi usaha yang diverifikasi yaitu dua tambak udang yang berada di Desa Klaseman Kecamatan Gending dan Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan. Tim verifikasi dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Sujarwatiningsih.

Tambak udang dalam kegiatannya menghasilkan limbah B3 seperti oli bekas, majun bekas dan limbah elektronik. Setiap orang yang melakukan kegiatan penyimpanan limbah B3 di Kabupaten Probolinggo wajib mengajukan permohonan izin kepada bupati untuk izin Pengelolaan Limbah B3.

Proses keputusan izin dilakukan melalui tahapan penilaian administrasi, yaitu penilaian kelengkapan persyaratan administrasi yang diajukan pemohon. Kemudian dilakukan verifikasi teknis, yaitu penilaian kesesuaian antara persyaratan yang diajukan dengan kondisi nyata di lokasi kegiatan.

Tempat penyimpanan Limbah B3 harus memenuhi persyaratan untuk lokasi dan fasilitasnya, disesuaikan dengan jumlah dan karakteristik Limbah B3, serta dilengkapi dengan upaya pengendalian pencemaran Lingkungan Hidup.

Lokasi penyimpanan Limbah B3 harus bebas banjir dan tidak rawan bencana alam. Untuk fasilitas penyimpanan Limbah B3 yang berupa bangunan, harus memenuhi persyaratan untuk desain dan konstruksinya, yaitu terlindungi dari hujan dan sinar matahari, memiliki penerangan, ventilasi, saluran drainase dan bak penampung.

Sedangkan untuk peralatan penanggulangan keadaan darurat, minimal harus tersedia alat pemadam api atau peralatan lain yang sesuai.

Izin Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan Penyimpanan Limbah B3, berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.