Tim Penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi secara daring (online) ke 2 Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) di Kabupaten Probolinggo pada Kamis (08/10/20). Sekolah yang dinilai yaitu SMPN 3 Maron dan SMPN 1 Kotaanyar.
Dua orang penilai untuk SMPN 3 Maron yaitu Tri Asmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim dan Endang Sulistyowati dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Sedangkan penilai untuk SMPN 1 Kotaanyar berasal dari DLH Provinsi Jatim, Mohamad Kimiawan dan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Warju.
Verifikasi online diisi dengan paparan oleh Kepala Sekolah, pemutaran video tentang pelaksanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), dan tanya jawab interaktif penilai dengan Kepala Sekolah dan tim Adiwiyata sekolah serta mitra sekolah.
Turut mendampingi sekolah yang dinilai, dari DLH Kabupaten Probolinggo hadir Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Mohammad Said beserta Kepala Seksi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas LH, Darwanti Impiani.
Jumlah keseluruhan CSAP Jatim tahun 2020 yang diusulkan oleh kabupaten/kota se-Jatim sebanyak 402 sekolah dan yang berhasil lolos seleksi dokumen sebanyak 120 sekolah.
DLH Kabupaten Probolinggo tahun 2020 mengusulkan 12 CSAP, dan hanya 3 sekolah yang lolos seleksi dokumen yaitu SMPN 1 Kotaanyar, SMPN 3 Maron, dan MIN 2 Probolinggo.
Sekolah yang dinyatakan lolos seleksi dokumen dilakukan verifikasi lapangan, baik secara daring (online) maupun luring (offline). MIN 2 Probolinggo telah diverifikasi secara luring pada 23 September 2020.
Untuk dapat ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi, nilai yang harus dicapai oleh CSAP minimal 80% dari nilai capaian tertinggi.
CSAP yang telah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi, akan mendapatkan penghargaan dalam bentuk piagam yang ditandatangani oleh gubernur. Selain piagam, penghargaan Adiwiyata dapat diberikan dalam bentuk dana pembinaan dan/atau sarana prasarana.