Kraksaan 2018, Anggaran yang tersedia untuk beaya perawatan taman di Kabupaten Probolinggo, ternyata belum dapat menjamin terwujudnya taman yang indah, asri dan menarik. Salah satunya seperti yang terlihat pada kondisi taman Pasar Buah Semampir. Peran serta warga khususnya pedagang pasar buah cukup memperihatinkan.

Upaya mempercantik lokasi Pasar buah yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui DLH dengan melakukan renovasi dan perawatan taman yang baru selesai dikerjakan sekitar 1 bulan yang lalu, ternyata menarik bagi beberapa pedagang buah untuk kembali menjadikan sebagai lokasi tempat berjualan, dari pada ikut serta menjaga, merawat dan mewujudkan lingkungan pasar buah yang bersih, indah, asri dan menarik.

Meskipun para pedagang buah yang berjualan di taman tersebut sudah memiliki bedak atau los sendiri  di pasar, namun entah kenapa lebih memilih tempat berjualan di taman, sementara bedak yang dimilikinya dibiarkan kumuh dan lebih besar difungsikan sebagai gudang atau tempat menyimpan barang dagangannya saja.

Memang tidak semua pedagang berjualan di taman, namun keberadaan beberapa bedagang tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran dan peran serta masyarakat khususnya pedagang buah masih rendah terhadap kebersihan dan keindahan taman.

Untuk mengangkat citra Pasar buah semampir  dapat menjadi  sentral pasar buah dengan lingkungan yang bersih, indah dan teduh,  Dinas / Instansi terkait termasuk diantaranya DLH pada akhir Januari 2018 lalu melakukan pemotongan atau perapian ranting-ranting pohon perindangan dan peneduh di sekitar taman, serta penertiban terhadap para pedagang buah yang membangun lapak dagangannya di atas taman. Penertiban berjalan lancar, kodusif dan para pedagang mematuhinya.

Pasca dilaksanakannya penertiban, selanjutnya DLH melaksanakan pembersihan dan renovasai taman seluas ±120 m². Beberapa tanaman – tanaman hias telah ditanam dan tumbuh dengan baik antara lain berupa kacang-kacangan, songkop, walisongo, andong dan beberapa tanaman hias lainnya. Selain itu agar tampak indah pada malam hari, taman juga dilengkapi dengan lampu-lampu hias.

Para petugas DLH yang dikomandani Bedjo Rijanto, S.Sos selaku Kasi Perawatan Taman sampai dengan saat ini terus berupaya melakukan pemeliharaan dan perawatan taman di Pasar Buah Semampir, meskipun dukungan dari pihak terkait dan masyarakat masih perlu ditingkat. Yang dapat dilakukan para petugas taman terhadap prilaku pedagang  buah yang tetap nekad berjualan di taman, hanyalah menghimbau saja. Hal ini karena DLH tidak memiliki kewenangan untuk menindak dan menertibkan. Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama dan kesadaran masyarakat khususnya pedagang buah juga semakin baik, sehingga lingkungan pasar yang bersih dan indah bisa terwujud dan menarik para konsumen buah lebih nyaman belanja di bedak pasar yang telah tersedia. (Bid.Prwt 9/3/18)