Tanggal 10 Agustus ditetapkan sebagai Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009. Penyelenggaraan hari peringatan ini bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat.

HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. Tema yang diusung pada HKAN Tahun 2021 ini, yaitu “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara” yang bermakna Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara. Hari peringatan ini menjadi momen strategis sebagai upaya mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup.

Logo HKAN ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: SK.376/Menhut-IV/2013. Siluet satwa jenis gajah, harimau, orang utan dan badak serta daun menggambarkan komponen utama ekosistem dan jenis-jenis satwa terancam punah di Indonesia.

Konservasi sumber daya alam hayati (tumbuhan dan satwa) serta ekosistemnya dilakukan melalui kegiatan perlindungan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alami hayati dan ekosistemnya.

Terkait dengan kegiatan konservasi alam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo pada tanggal 4 Agustus 2021 menyerahkan bantuan 4000 bibit mangrove kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Perahu Layar untuk ditanam di sepanjang Pantai Bahak di Desa Curahdringu Kecamatan Tongas.

#HariKonservasiAlamNasional
#hkan2021