Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka akan memfasilitasi pemulihan kerusakan lahan akses terbuka di Kabupaten Probolinggo. Verifikasi lapangan dilakukan selama dua hari pada 7 s/d 8 Juli 2021.

Terdapat tiga calon lokasi yang dikunjungi oleh tim verifikasi KLHK, yaitu Desa Gunung Tugel Kecamatan Bantaran, Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces dan Desa Pamatan Kecamatan Tongas. Dari tiga lokasi tersebut, yang memenuhi kriteria untuk dilakukan pemulihan adalah Lahan Akses Terbuka dengan luas sekitar 23 hektar di Desa Pamatan Kecamatan Tongas. Lahan ini merupakan lahan bekas tambang pasir yang saat ini sudah tidak aktif.

Lahan Akses Terbuka (LAT) adalah bidang lahan yang digunakan untuk kegiatan pertambangan tanpa izin dan ditelantarkan. Pemanfaatan lahan akses terbuka yang tidak sesuai dengan peruntukan dan fungsi lahan, berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Kerusakan lahan akibat kegiatan penambangan yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan perubahan topografi, seperti permukaan tanah bergelombang, adanya bekas lubang tambang, erosi dan sedimentasi. Kerusakan lahan tersebut akan semakin parah apabila tidak segera ditangani.

Model pemulihan lahan yang telah dikembangkan oleh KLHK di antaranya adalah agroforestry, agrowisata, dan pasar ramah lingkungan. Untuk pemulihan lahan di Desa Pamatan Kecamatan Tongas ini rencananya akan dilaksanakan dengan konsep agroforestry.

Agroforestry atau wanatani adalah suatu sistem budidaya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian.
Dengan adanya pemulihan lahan ini, selain dapat mengembalikan atau memperbaiki kerusakan lahan, juga diharapkan dapat meningkatkan fungsi lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

#LahanAksesTerbuka