Dalam rangka mendukung Program Adiwiyata Tingkat Provinsi, Nasional dan Mandiri Tahun 2020, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan rapat koordinasi pada Kamis (30/01/20).

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Makan “Omah Mbog U” Kraksaan ini dihadiri oleh 36 perwakilan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Probolinggo, baik peraih Adiwiyata tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun Nasional.

Acara ini dibuka oleh Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Ashari yang didampingi oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Mohammad Said serta Kepala Seksi Kemitraan dan Peningkatan Kapasitas LH, Darwanti Impiani. Hadir pula dalam acara tersebut Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Probolinggo yaitu dari Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, PT. YTL Jatim – Jawa Power dan SekolaKonang.

Dalam acara ini sekaligus dilaksanakan sosialisasi peraturan baru mengenai Program Adiwiyata yaitu, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Penghargaan Adiwiyata.

Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota kepada sekolah yang berhasil melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Gerakan PBLHS yaitu aksi kolektif yang dilakukan oleh Sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Penilaian calon Sekolah Adiwiyata dilakukan melalui seleksi administratif dan pemenuhan kriteria Sekolah Adiwiyata. Seleksi administratif dilakukan untuk memeriksa pemenuhan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan administratif. Penilaian pemenuhan kriteria Sekolah Adiwiyata dilakukan melalui penilaian dokumen dan verifikasi lapangan.

Penetapan sebagai Sekolah Adiwiyata dilakukan dengan ketentuan: sekolah yang mencapai nilai paling sedikit 70% dari nilai capaian tertinggi ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata kabupaten/kota. Sekolah yang mencapai nilai paling sedikit 80% dari nilai capaian tertinggi dan telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata kabupaten/kota paling singkat 12 bulan sebelumnya ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata provinsi.

Untuk sekolah yang mencapai nilai paling sedikit 90% dari nilai capaian tertinggi, dan telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata provinsi paling singkat 12 (dua belas) bulan sebelumnya ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata nasional.

Sedangkan penetapan sebagai Sekolah Adiwiyata mandiri diberikan untuk sekolah yang mencapai nilai paling sedikit 95% dari nilai capaian tertinggi, dan telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata nasional paling singkat 12 bulan sebelumnya serta telah berhasil membina paling sedikit 2 Sekolah.