Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional (International Mountain Day).

Tujuan peringatan ini untuk memberikan kesadaran akan pentingnya pegunungan bagi kehidupan dan merayakan kekayaan keanekaragaman hayati di pegunungan sekaligus untuk mengatasi ancaman yang dihadapinya.

Tema yang diusung pada Hari Gunung Internasional Tahun 2020 ini, yaitu “Keanekaragaman Hayati Pegunungan.” Pegunungan dan keanekaragaman hayatinya menjadi sumber pangan dan obat-obatan. Pegunungan juga berperan dalam mengatur kualitas air, udara, tanah dan iklim.

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization of the United Nations (2020), sekitar 27% daratan di bumi merupakan pegunungan dan hampir 15% populasi manusia di dunia tinggal di pegunungan.

Pegunungan adalah rumah bagi beberapa spesies yang terancam punah. Tanaman penting dan spesies ternak di dunia juga berasal dari pegunungan. Enam bahan pangan penting yang berasal dari pegunungan yaitu kentang, jagung, tomat, sorghum, apel dan jelai (sejenis serealia).

Pegunungan menyediakan 60-80% sumber air tawar untuk kebutuhan sehari-hari bagi separuh manusia di bumi. Air tawar dari pegunungan sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan global, karena air digunakan oleh petani untuk mengairi tanaman di daerah pertanian dataran rendah.

Pegunungan terancam oleh perubahan iklim, perubahan penggunaan lahan, eksploitasi berlebihan dan bencana alam. Praktek pertanian yang tidak berkelanjutan, penambangan komersial, penebangan dan perburuan, semuanya menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati pegunungan.

Konservasi pegunungan merupakan faktor kunci untuk pembangunan berkelanjutan dan merupakan bagian dari tujuan SDGs ke-15 yaitu menjaga ekosistem darat.

Lindungi keanekaragaman hayati pegunungan dengan mengurangi degradasi ekosistem pegunungan dan mendorong pemulihannya.

#HariGunungInternasional
#InternationalMountainDay