IRIS – Dalam rangka penyusunan Kajian Kerentanan Mata Air (KKMA), Tim WQQ (Water Quantity and Quality) melakukan pengukuran kuantitas dan kualitas air Mata Air Tancak yang ke-5 kalinya di Kecamatan Tiris pada Rabu (18/12/19).

Pengukuran ini dilakukan setiap bulan selama 12 bulan, dimulai pada bulan Agustus 2019 s/d Juli 2020. Mata air Tancak merupakan salah satu sumber air baku yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Penyusunan KKMA merupakan tindak lanjut kerja sama kemitraan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan USAID (United States Agency for International Development atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika) dalam program USAID IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene).

Tujuan penyusunan KKMA ini adalah untuk mengetahui kerentanan penurunan debit dan kualitas Mata air Tancak yang diakibatkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia, di antaranya dampak perubahan iklim, perubahan tata guna lahan dan pola hidup masyarakat sekitarnya.

Dengan mempertimbangkan akibat yang mungkin timbul karena adanya perubahan iklim, maka menjadi penting bagi PDAM dan pemerintah daerah mengkaji bagaimana fluktuasi temperatur dan pergeseran pola hujan akan mempengaruhi sistem penyediaan air minum, dan selanjutnya mengintegrasikan upaya-upaya adaptasi ke dalam mekanisme dan dokumen perencanaan untuk mengantisipasi risiko-risiko perubahan iklim di masa mendatang.

KKMA disusun melalui kerja sama dengan Akademi Teknik Tirta Wiyata (Akatirta) Magelang dengan membentuk tim WQQ. Anggota tim WQQ Kabupaten Probolinggo terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah terkait yaitu PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dari DLH Kabupaten Probolinggo hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Pengendalian Lingkungan Hidup, Sugeng Hariyono.