Pengomposan (composting) merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Lokasi pembuatan kompos diantaranya berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro Kecamatan Krejengan.

Bahan baku kompos yang diproses berasal dari sampah organik yang masuk ke TPA Seboro, yaitu sampah daun, sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan lain-lain.

Sampah organik apabila tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, seperti menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap, menghasilkan gas metan penyebab pemanasan global, dan limbah cair (lindi) menyebabkan pencemaran air tanah. Untuk itu perlu diupayakan reduksi sampah organik melalui pengomposan.

Pengomposan di TPA Seboro dilakukan dengan dua cara, yaitu pengomposan dengan bantuan EM4 (Effective Microorganism) dan dengan teknologi biokonversi menggunakan maggot BSF (Black Soldier Fly).

Proses pengomposan dengan biokonversi menggunakan maggot merupakan teknologi baru untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Selain menghasilkan kompos, maggot juga dapat menjadi sumber protein yang baik untuk pakan unggas dan ikan. Namun untuk saat ini, hasil budidaya maggot di TPA Seboro masih dimanfaatkan sebagai indukan, belum digunakan untuk pakan ternak.

Pengolahan sampah menjadi kompos akan memberikan nilai ekonomi yang lebih apabila kompos yang dihasilkan berstandar kualitas baik.

Untuk pengomposan dengan EM4 di TPA Seboro, kompos yang dihasilkan mencapai 13,5 ton per bulan, dengan rasio C/N yang telah memenuhi standar mutu. Rasio C/N merupakan nilai perbandingan antara kadar karbon (C) dan nitrogen (N).

Kompos yang diproduksi di TPA Seboro akan didistribusikan secara gratis kepada lembaga atau masyarakat yang membutuhkan kompos untuk penghijauan.

#Composting
#BudidayaMaggot