Petugas pembibitan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan pemeliharaan rutin pada bibit tanaman hias di Hutan Kota Kraksaan. Pembibitan tanaman dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tanaman di taman-taman serta jalur hijau jalan, perkantoran, sekolah maupun tempat-tempat umum.

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembibitan antara lain kompos, pasir halus, sekam padi, paranet, dan polybag. Kompos yang digunakan untuk pembibitan ini diproduksi di rumah kompos hutan kota. Sampah daun yang dikumpulkan dari hutan kota, diproses menjadi kompos oleh petugas dari bidang Pemeliharaan Lingkungan Hidup.

Metode pembibitan tanaman dapat dilakukan menurut dua cara, yaitu secara generatif menggunakan biji, dan secara vegetatif antara lain melalui tunas dan stek. Pembibitan yang dilakukan di hutan kota menggunakan cara vegetatif, yaitu dengan stek batang, daun maupun tunas. Perbanyakan tanaman dengan cara stek merupakan cara yang paling mudah dan cepat untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah banyak, guna memenuhi kebutuhan bibit tanaman.

Pembibitan harus memperhatikan kebutuhan tanaman, yaitu cahaya dan suhu yang optimal, air, nutrisi dan udara yang memadai agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan bibit saat masih kecil tidak tahan terhadap penyinaran cahaya matahari secara langsung, oleh karena itu perlu diberikan naungan. Naungan dapat menggunakan pohon peneduh alami ataupun dengan memasang paranet.

Rencana ke depan akan dikembangkan kebun bibit dengan jenis tanaman yang lebih beragam. Penyediaan kebun bibit dapat menjadi penunjang program Adipura pada aspek penilaian kinerja Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kinerja RTH yang akan dipantau pada penilaian Adipura tahun 2021, salah satunya adalah adanya kebun bibit dengan luas minimal 1.500 m2.