Air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan sebagai imbuhan air tanah untuk mengatasi kekurangan air pada musim kemarau dan banjir pada musim penghujan. Pembangunan sumur resapan adalah salah satu bentuk pemanfaatan air hujan dengan cara meresapkan air hujan ke dalam tanah melalui lubang sumur.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo pada tahun ini menganggarkan pembangunan 42 sumur resapan yang tersebar di Desa Sumberkramat Kecamatan Tongas. Desa Sumberkramat dipilih sebagai lokasi dibangunnya sumur resapan karena merupakan salah satu desa di Kabupaten Probolinggo yang rawan kekeringan dan mengalami krisis air bersih.

Sumur resapan dibangun pada lahan di beberapa sekolah, kantor desa dan rumah penduduk di Desa Sumberkramat. Untuk memantau perkembangan konstruksi sumur resapan, Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Drs. Dwijoko Nurjayadi, MM melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi pada Kamis (21/10/21).

Bangunan sumur resapan sekurang-kurangnya terdiri dari: bak kontrol yang berfungsi untuk menyaring air sebelum masuk ke sumur resapan, pipa pemasukan menuju sumur resapan, dan pipa pembuangan yang berfungsi sebagai saluran limpasan jika air dalam sumur resapan sudah penuh.

Prinsip dasar konservasi air adalah mencegah atau meminimalkan air yang hilang sebagai aliran permukaan (run off) dan menyimpannya semaksimal mungkin ke dalam tanah sebagai air resapan (infiltrasi). Semakin banyak air yang meresap ke dalam tanah, berarti akan semakin banyak tersimpan air tanah di bawah permukaan bumi.

Tata cara pembuatan sumur resapan dapat berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 12 Tahun 2009 tentang Pemanfaatan Air Hujan.

#SumurResapan
#KonservasiAir