Dalam rangka pemantauan kualitas udara ambien di Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup melakukan pengambilan sampel udara ambien yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari s/d 9 Maret 2020. Pemantauan akan dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun dengan durasi 2 minggu dalam setiap kali pemantauan.

Pemantauan kualitas udara ambien tahap 2 rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus s/d September 2020. Pengambilan contoh uji udara ambien menggunakan metode Passive Sampler pada 4 lokasi dengan satu titik untuk masing-masing kawasan, yaitu di Perumahan Kebonagung Kraksaan mewakili komponen kawasan permukiman, halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Dringu mewakili komponen kawasan perkantoran, halaman Paiton Resort Hotel Paiton mewakili komponen kawasan industri dan halaman Kantor Cabang BNI Kraksaan, mewakili komponen kawasan transportasi.

Passive sampler merupakan peralatan yang digunakan untuk pengambilan sampel udara ambien dengan sistem kerja yang sederhana dan tidak membutuhkan sumber energi listrik (bersifat pasif). Alat ini berbentuk bulat dan di dalamnya terdapat kertas filter yang sudah diberi cairan khusus dari bahan kimia yang fungsinya untuk menangkap gas yang ada di udara sekeliling.

Metode ini dilakukan dengan cara memaparkan media (sampler) yang berisi kertas filter dengan udara luar dan dipasang pada suatu wadah yang diletakkan/gantung pada ketinggian tertentu. Pemaparan media ini dilakukan selama 14 hari, kemudian media diambil dan dikirim ke laboratorium lingkungan untuk dilakukan analisis laboratorium lebih lanjut. Parameter uji yang dapat dilakukan dengan metode ini hanya terbatas pada parameter Nitrogen dioksida (NO2) dan Sulfur dioksida (SO2).

Hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan metode tersebut nantinya akan digunakan untuk perhitungan Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen perhitungan Indeks Kualitas Lingkungan hidup (IKLH) Kabupaten Probolinggo.

Mutu udara ambien dari suatu daerah akan berbeda dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan karena kualitas udara ambien dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sumber dan jenis pencemar, kepadatan industri, kepadatan kendaraan bermotor, kepadatan penduduk, faktor meteorologi dan topografi.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien tahun 2019, menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 dan SO2 di seluruh titik pantau masih memenuhi baku mutu, jika dibandingkan dengan baku mutu udara ambien dalam Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak di Jawa Timur.