Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan kualitas udara ambien dengan metode grab sampler pada Kamis (12/03/20).

Sebelumnya telah dilakukan pengambilan sampel udara ambien dengan metode passive sampler pada 24 Februari s/d 9 Maret 2020 dengan titik lokasi yang berbeda.

Pengambilan contoh uji udara ambien menggunakan metode grab sampler dilakukan pada 4 lokasi, yaitu di halaman SDN Kraksaan Wetan mewakili komponen kawasan permukiman, area perkantoran Diklat Dringu mewakili komponen kawasan perkantoran, halaman Musholla Mujahidin Gending mewakili komponen kawasan industri dan Rest Area Tongas, mewakili komponen kawasan transportasi.

Pemantauan kualitas udara ambien dengan grab sampler dilaksanakan satu kali dalam setahun. Pengambilan contoh uji udara ambien tahun ini bekerjasama dengan PT. Mitralab Buana Surabaya.

Pemantauan kualitas udara metode grab sampling merupakan metode pengukuran kualitas udara ambien yang umum digunakan dengan cara memasang alat yang biasanya dikenal dengan nama Inpinger guna menangkap partikel atau zat pencemar sesuai dengan parameter uji.

Parameter uji yang diukur dalam metode ini lebih lengkap dibandingkan dengan metode passive sampler dan lama waktu pemaparan setiap parameter berbeda. Ada yang membutuhkan waktu hanya 1 jam, tapi ada juga yang membutuhkan waktu 24 jam.

Metode pemantauan kualitas udara ambien secara garis besar terdiri dari dua yaitu metode manual dan otomatis. Metode manual dilakukan dengan cara pengambilan sampel udara terlebih dahulu lalu dianalisis di laboratorium. Metode manual ini dibedakan lagi menjadi metode passive dan aktif.

Metode otomatis dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat mengukur kualitas udara secara langsung sekaligus menyimpan datanya.

Pemantauan secara otomatis dapat dilakukan dengan peralatan pemantau kualitas udara otomatis yaitu Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Hasil pemantauan kualitas udara dari peralatan otomatis berupa data kualitas udara ambien real time.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan metode grab sampler tahun 2019, menunjukkan bahwa parameter yang diuji di seluruh titik pantau masih memenuhi baku mutu dibandingkan dengan baku mutu udara ambien dalam Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak di Jawa Timur.

Parameter yang dipantau untuk udara ambien metode grab yaitu Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), Oksidan (Ox), Hidrogen sulfida (H2S), karbon monoksida (CO), Amonia (NH3), Timbal (Pb), Hidrokarbon (HC), debu, suhu, kecepatan dan arah angin.