Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup melakukan pemantauan kualitas air permukaan (ranu) tahap 2 yang dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 23 Juli 2020.
Pemantauan kualitas air ranu tahap 1 telah dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 12 Februari 2020. Adapun titik pemantauannya pada 4 ranu yang seluruhnya berada di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, yaitu Ranu Merah, Ranu Segaran Duwes, Ranu Segaran dan Ranu Agung.
Kegiatan ini dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup, Yusdi Vari Afandi.
Air danau/ranu merupakan salah satu sumber daya air yang dapat digunakan untuk berbagai pemanfaatan antara lain sumber baku air minum, irigasi, perikanan, peternakan, rekreasi air, dan peruntukan lainnya.
Ekosistem danau memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan kuantitas ketersediaan air tawar. Sumber air yang berada dalam wilayah kabupaten, pemantauan kualitas airnya menjadi kewenangan bupati.
Berdasarkan Permen LH No 1 Tahun 2010 tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air, pemantauan kualitas air pada sumber air dilakukan paling sedikit 1 kali setiap 6 bulan.
Pemantauan kualitas air ranu pada tahun 2020 dilakukan pada bulan Februari dan Juli 2020. Parameter kualitas air yang diujikan sebanyak 11 parameter yaitu suhu, derajat keasaman (pH), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), fosfat, minyak lemak, deterjen, fecal coliform dan total coliform.
Untuk mengetahui kualitas air ranu diperlukan uji laboratorium kualitas air. Parameter yang dipantau merupakan parameter kunci sebagaimana pemantauan pada air sungai.
Namun untuk pemantauan air ranu menggunakan baku mutu lingkungan air kelas dua. Klasifikasi mutu air kelas dua, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
Data hasil uji digunakan untuk menentukan kualitas air pada saat ini dan menetapkan kecenderungan kualitas air sesuai dengan standar penggunaan.