Dalam rangka pengendalian pencemaran air pada sumber air, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup melakukan pemantauan kualitas air permukaan (ranu) yang dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 12 Februari 2020.

Pemantauan kualitas air dilakukan pada 4 ranu yang seluruhnya berada di Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, yaitu Ranu Merah, Ranu Segaran Duwes, Ranu Segaran dan Ranu Agung.

Air danau/ranu merupakan salah satu sumber daya air yang dapat digunakan untuk berbagai pemanfaatan antara lain sumber baku air minum, irigasi, perikanan, peternakan, rekreasi air, dan peruntukan lainnya. Ekosistem danau memiliki peran penting dalam menjamin kualitas dan kuantitas ketersediaan air tawar.

Untuk mengetahui kondisi kualitas air ranu diperlukan uji laboratorium kualitas air. Pada tahun 2019 pemantauan kualitas air ranu dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu pada bulan Maret dan Agustus 2019.

Parameter kualitas air yang diujikan adalah 11 parameter yaitu suhu, derajat keasaman (pH), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), fosfat, minyak lemak, deterjen, fecal coliform dan total coliform.

Parameter yang dipantau merupakan parameter kunci sebagaimana pemantauan pada air sungai. Namun untuk pemantauan air ranu menggunakan baku mutu lingkungan air kelas dua. Klasifikasi mutu air kelas dua, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, terdapat 4 parameter yang mempengaruhi kualitas air di ke-4 ranu tersebut, yaitu parameter BOD, COD, coliform total dan coliform tinja.

Secara umum hasil pemantauan kualitas air ranu tahun 2019 menunjukkan bahwa seluruh ranu terindikasi tercemar bakteri koli. Hal ini terlihat dari nilai parameter coliform tinja yang melebihi baku mutu lingkungan. Selain cemaran bakteriologi, cemaran material organik masih mewarnai cemaran di beberapa ranu. Hal ini terlihat dari nilai parameter BOD yang melebihi baku mutu lingkungan di beberapa ranu, yaitu Ranu Merah dan Segaran Duwes pada dua periode pemantauan,

Jika dikaitkan dengan fungsi atau peruntukan dari ranu tersebut, maka ranu merah memiliki kecenderungan mudah tercemar karena lokasinya berdekatan dengan permukiman dan menjadi bagian dari aktivitas penduduk di sekitar mulai dari mandi, cuci dan kakus.