Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengadakan pelatihan daur ulang sampah pada Selasa (17/11/20). Acara yang dilaksanakan di Balai Desa Sidodadi Kecamatan Paiton ini, dihadiri oleh 25 orang peserta dari beberapa Karang Taruna Desa Sidodadi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah anorganik menjadi kerajinan daur ulang. Pelaksanaan pelatihan ini berupa praktek yang dipandu oleh dua orang instruktur yaitu Ketua Bank Sampah Sumberkembar, Abdul Hayyi dan Ketua Bank Sampah Gondosuli, Ahmad Fadlali.

Daur ulang sampah adalah kegiatan mengolah sampah untuk dijadikan produk baru. Sampah plastik seperti gelas minuman kemasan dapat dikreasikan menjadi berbagai macam kerajinan, diantaranya dibuat vas bunga, tas belanja, tempat kue dan tempat air kemasan.

Sampah kertas dapat dibuat kerajinan berupa tempat tisu, jam dinding, tempat pensil, dan lain-lain. Untuk membuat kreasi daur ulang yang unik dan menarik, diperlukan kreativitas tinggi agar produk memiliki nilai jual.

Manfaat yang diperoleh dari daur ulang sampah yaitu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), mengurangi dampak lingkungan yang terjadi akibat pembuangan sampah ke lingkungan, dan juga dapat menambah penghasilan masyarakat melalui penjualan produk daur ulang.

Melakukan daur ulang berarti telah berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Mendaur ulang sampah juga berarti penghematan sumber daya alam dan energi. Sampah dibuang ke lingkungan akan menimbulkan pencemaran.

Proses produksi barang dari bahan mentah membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan mendaur ulang bahan bekas. Mendaur ulang kertas secara tidak langsung telah berkontribusi mengurangi jumlah pohon yang ditebang di hutan untuk membuat bubur kertas. Mendaur ulang plastik berarti mengurangi produksi plastik baru sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hidrokarbon.