Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) merupakan gambaran kondisi lingkungan hidup yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Perhitungan IKLH berasal dari penggabungan 3 indikator komponen lingkungan, yaitu Indeks Kualitas Air (IKA), yang diukur menggunakan 7 parameter yaitu TSS, DO, BOD, COD, total fosfat, fecal coli dan total coliform. Parameter Indeks Kualitas Udara (IKU) yaitu SO2 dan NO2. Sedangkan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) diukur berdasarkan luas tutupan lahan.

Secara spesifik, perhitungan IKA, IKU dan IKTL menggunakan data yang diperoleh dari:
1. Hasil pemantauan kualitas air sungai
2. Hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan passive sampler pada 4 titik pemantauan yang mewakili area transportasi, permukiman, perkantoran dan industri.
3. Hasil analisis tutupan lahan berdasarkan data citra satelit.

Penggolongan IKLH yaitu: nilai IKLH >80 tergolong sangat baik, nilai 70 < IKLH ≤ 80 tergolong baik, nilai 60 < IKLH ≤ 70 tergolong cukup baik, nilai 50 < IKLH ≤ 60 tergolong kurang baik, nilai 40 < IKLH ≤ 50 tergolong sangat kurang baik, nilai 30 < IKLH ≤ 40 mendapatkan predikat waspada. Nilai IKLH Kabupaten Probolinggo tahun 2019 tergolong cukup baik yaitu 62,16, dengan nilai IKA sebesar 49,20, nilai IKU 84,90 dan nilai IKTL sebesar 54,83. Nilai IKA dipengaruhi oleh berbagai variabel antara lain upaya pemulihan (restorasi) pada beberapa sumber air, fluktuasi debit air, penggunaan air, serta aktivitas sumber pencemar baik dari sektor industri, pertanian dan domestik. Nilai IKU dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain keadaan iklim, arah angin, topograf dan sumber pencemar udara, yang terdiri dari sumber alami/biogenic (letusan gunung berapi, dekomposisi biotik) dan antropogenik. Sumber pencemar antropogenik adalah pencemaran akibat aktivitas manusia, baik dari sumber tidak bergerak seperti emisi cerobong pada industri maupun dari sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai IKTL, antara lain pembukaan lahan, kebakaran hutan/lahan, penebangan liar, dan rehabilitasi hutan/lahan.