Hari Tanah Sedunia (World Soil Day) diperingati setiap tanggal 5 Desember sebagai sarana untuk mengkampanyekan pentingnya kesehatan tanah dan pengelolaan sumber daya tanah yang berkelanjutan.

Majelis Umum PBB menetapkan 5 Desember 2014 sebagai Hari Tanah Sedunia yang pertama. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir almarhum Raja Thailand, HM Bhumibol Adulyadej yang merupakan salah satu pendukung utama yang memprakarsai peringatan ini.

Tema yang diusung pada Hari Tanah Sedunia Tahun 2020 ini, yaitu “Jagalah Tanah, Lindungi Keanekaragaman Hayati Tanah.” Perlu dipahami oleh masyarakat bahwa ketahanan pangan kita bergantung pada kondisi tanah. Dan aktivitas manusia dapat menjadi sumber utama pencemaran tanah.

Sektor industri memproduksi sekitar 50.000-100.000 bahan kimia dan meningkat sebesar 3,4% setiap tahun. Kota besar menghasilkan sampah kota yang makin meningkat dan sekitar 80% sampah berakhir di tempat pembuangan sampah, sehingga berpotensi mencemari tanah kita.

Lahan pertanian tercemar akibat penggunaan pestisida dan bahan agrokimia lainnya. Adanya kegiatan pertambangan juga dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas pertanian.

Sektor transportasi menjadi sumber pencemar lingkungan yang dinamis yaitu adanya logam berat dan polutan organik beracun yang menimbulkan risiko ke tanah pertanian di sekitarnya.

Mengapa kita harus peduli dengan tanah?
a. Tanah adalah sumber daya kehidupan dan rumah bagi lebih dari 25% keanekaragaman hayati di bumi
b. Sekitar 95% makanan kita berasal dari tanah
c. Kualitas dan kuantitas buah, sayur, dan biji-bijian bahan makanan tergantung pada kondisi tanah
d. Organisme tanah terus bekerja untuk menopang kehidupan di bumi
e. Tanah membantu melawan perubahan iklim dan pemanasan global (Sumber: FAO, 2018)

#HariTanahSedunia
#WorldSoilDay