Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni. Tujuan peringatan hari LH ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar melakukan tindakan yang nyata dalam penyelamatan lingkungan.
Setiap tahunnya peringatan Hari LH mengusung tema besar dan fokus untuk mengajak masyarakat dunia lebih peduli akan lingkungan hidup. Tema Hari LH Tahun 2020 adalah “Time for Nature” atau diterjemahkan menjadi “Kembali ke Alam”.
Dalam Practical Guide World Environment Day 2020, peringatan hari LH ini berfokus pada biodiversitas atau lebih dikenal dengan keanekaragaman hayati. Sub tema ini diangkat untuk memerangi degradasi spesies di lingkungan sekitar.
Keanekaragaman hayati adalah fondasi yang mendukung semua kehidupan di darat dan di air. Munculnya COVID-19 telah menggarisbawahi fakta bahwa ketika kita menghancurkan keanekaragaman hayati, kita menghancurkan sistem yang mendukung kehidupan manusia.
Saat ini diperkirakan bahwa secara global, sekitar 75% dari semua penyakit menular yang muncul pada manusia adalah zoonosis, artinya penyakit tersebut ditularkan oleh hewan kepada manusia.
Ekosistem yang beragam dipenuhi oleh spesies hewan, tumbuhan, jamur dan bakteri. Semua keanekaragaman hayati tersebut mengandung virus unik. Tindakan manusia yang melakukan penggundulan hutan, perusakan habitat dan perdagangan satwa liar, serta percepatan perubahan iklim telah mendorong alam melampaui batasnya.
Dengan merusak ekosistem, manusia menciptakan kondisi yang menyebabkan virus menyebar dan meningkatkan resiko penyebaran infeksi.
Dalam sambutan Menteri LHK pada peringatan hari LH sedunia 2020, disampaikan bahwa pandemi ini telah memberikan pelajaran berharga kepada kita agar selalu menjaga keseimbangan alam. Ketika hampir semua negara melakukan lockdown, kegiatan industri tutup, mobilitas manusia turun 90%, maka di berbagai belahan dunia mengalami perbaikan kualitas udara dan kualitas air.
Berkurangnya tekanan manusia terhadap alam menyebabkan alam memperbaiki dirinya sendiri. Ketika kehidupan manusia menjadi normal kembali, maka perbaikan kualitas lingkungan diharapkan agar tetap ditingkatkan.