Sumberasih 2018, semangat mensukseskan Program Indonesia Bebas Sampah 2020 benar-benar terasa nuasanya pada momentum peringatan hari bumi yang digelar oleh komunitas peduli lingkungan, yaitu Forum CSR Jawa Timur yang dikomandani PT. POMI Jatim bekerjasama dengan Pemkab Probolinggo, Komunitas Bank sampah Kabupaten Probolinggo dan pihak-pihak komunitas peduli lingkungan  lainnya.

Event yang diberi tajuk Coastal and Under Water Clean-Up pada Happy Earth Day  22 April 2018 mengambil lokasi di pantai Desa Gili ketapang, Sumberasih, yaitu sebuah Desa yang berada pada 1 Pulau di laut utara di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Dengan jumlah penduduk + 9.672 Jiwa dan luas pulau + 61 Ha dan panorama alam baharinya yang indah adalah merupakan area pilihan lokasi yang tepat, karena masih ada tumpukan sampah berada dimana-mana di sepanjang pantai bahkan di area bawah air atau kawasan terumbu karang. Kita harus jaga kelestarian lingkungan dan kekayaan alam di Kabupaten Probolinggo, termasuk juga kebersihannya, demikian ajakan yang disampaiukan oleh PJ Bupati Probolinggo Tjahjo Widodo, SH, M.Hum dalam sambutannya saat pembukaan acara. Lebih lanjut disampaikan, tidak hanya ikan hiu tutul yang selalu rutin datang ke wilayah perairan Kabupaten Probolinggo padahal kita tanpa berbuat apa-apa, namun juga kondisi pantai Gili Ketapang yang secara alami sudah indah, maka kalau kita bisa menjaga kebersihannya akan sangat menarik dan tidak akan kalah dengan pantai-pantai lainnya seperti di Bali.

Demikian pula Forum CSR Jatim yang diwakili dari PT. POMI Bambang Jiwantoro, dalam sambutannya juga menyampaikan ajakan untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan. Melalui peringatan Hari Bumi ini kita bisa berkumpul dan melaksanakan kegiatan aksi untuk kelestarian lingkungan secara bersama-sama, mudah-mudahan tidak hanya pada hari ini saja namun pada hari-hari berikutnya kita salalu dapat menggalang kebersamaan melakukan aksi untuk kelestarian dan kebersihan lingkungan.

Coastal and Under Water Clean Up diselenggarakan bukan sekedar membersihkan sampah-sampah non organik saja sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir, tetapi  juga merupakan media kampanye dan pendidikan kepada masyarakat terutama masyarakat pesisir dan pelaku pariwisata bahari agar saling bahu-membahu menjaga lingkungan dari sampah, mengelola sampah dengan prinsip 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan melibatkan masyarakat. Selanjutnya melalui event ini diharapkan dapat membangun kemitraan dengan para pemangku kepentingan, masyarakat, Pemerintah, Pelaku usaha/industri melalui program CSR untuk berperan serta pada kegiatan pemulihan/rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut  serta peningkatan kualitas air laut  yang berbasis masyarakat.

Adapun ragam kegiatan pada event ini meliputi Coastal clean-up yang diikuti oleh peserta unsur Dinas / Instansi, sekolah dan masyarakat. Under water clen-up dikuti peserta yang telah memiliki sertifikat penyelam antara lain dari team Advance by ION C, POMI Diving Club, Paguyuban Snorkling Gili Ketapang dan unsur peserta lainnya. Jenis sampah anorganik yang telah terkumpul umumnya berupa sampah plastik, yang lain berupa kain, bekas popok bayi, dan lain-lain. Seluruh sampah tersebut dikumpulkan dalam kemasan karung plastik, selanjutnya dinaikkan keperahu menuju truk pengangkut sampah dan dikirim ke TPA Seboro. Berdasarkan hasil penimbangan di TPA, seluruh sampah yang terkumpul tersebut sebanyak 690 Kg.

Pada kesempatan event ini juga disampaikan secara simbolis bantuan sarana dan prasarana kebersihan, baik dari Perusahaan maupun DLH Kabupaten Probolinggo kepada Desa Gili Ketapang untuk dimanfaatkan dan mendukung kebersihan lingkungan.

Ayo ambil bagian dan mendukung program Indonesia Bebas Sampah 2020. Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah. (Bid. Pemeliharaan LH 23/4/18)