Dalam rangka mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mendistribusikan sarana pengolah sampah berupa 100 drum komposter ke 20 sekolah adiwiyata. Masing-masing sekolah mendapatkan 5 komposter yang dibagikan secara bertahap pada tanggal 20 s/d 30 Juli 2020.
Komposter adalah alat yang digunakan untuk membuat kompos dari sampah organik. Pembuatan kompos merupakan salah satu cara untuk menghancurkan sampah secara biologis menjadi pupuk alami, sehingga sampah dapat dikembalikan ke tanah
Komposter memiliki instalasi untuk sirkulasi udara di dalamnya sehingga dapat membantu mempercepat proses penguraian sampah. Untuk mempercepat pembuatan kompos, diperlukan bioaktivator seperti Effective Microorganisms 4 (EM4) yang berisi mikroorganisme yang menguntungkan bagi kesuburan tanah.
Komposter juga menghasilkan lindi (cairan yang merembes dari tumpukan sampah) yang dapat dikeluarkan melalui kran bagian bawah komposter. Kuantitas air lindi yang dihasilkan sampah tidaklah banyak, tetapi dapat mencemari air tanah jika langsung dibuang ke tanah.
Lindi mengandung mikroba dan berbagai macam mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan EM4.
Kompos dapat dipanen apabila teksturnya terasa halus, bau tidak menyengat seperti bau tanah dan warnanya coklat kehitaman. Pemanenan kompos dilakukan melalui pintu pada bagian bawah komposter. Kompos yang digunakan untuk memupuk tanaman dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan mikrobiologi tanah.