Dringu 2018, Kotoran ternak sangat bermanfaat untuk digunakan pemupukan tanaman, namun pemanfaatan kotoran ternak tidak dapat digunakan langsung manakala kotoran tersebut masih baru karena selain baunya yang menyengat suhunyapun hangat bahkan cenderung panas, sehingga tanaman tidak akan kuat dan akhirnya dipastikan akan mati.

Bau tidak sedap yang menyengat akibat proses dekomposisi dan suhu yang panas karena adanya kandungan gas methan pada kotoran ternak tersebut apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan berdampak terhadap lingkungan, lingkungan menjadi kumuh bahkan berpotensi mencemari komponen lingkungan udara, tanah dan air.

Untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya peternak sapi agar dapat menjaga sanitasi lingkungan yang sehat serta memperoleh nilai manfaat yang berlebih dari kotoran sapi, maka Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2018 melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pengelolaan lingkungan usaha ternak sapi dan pengolahan kotoran sapi melalui reaktor biogas. Selanjutnya DLH berencana di tahun 2018 ini akan mengerjakan pembangunan reaktor biogas kotoran sapi untuk dimanfaatkan masyarakat dan sekaligus digunakan sebagai percontohan dan dikembangkan.

Tidak kurang dari 15 orang peternak sapi telah hadir dan mengikuti acara secara seksama pada pertemuan yang digelar di Ruang Pertemuan DLH, mereka adalah perwakilan dari 3 Kelompok Tani, antara lain : Kelompok Tani Makmur I – Bantaran, Sumber Makmur I – Wonomerto, Gapoktan Bhakti Manunggal – Dringu. Melalui ketiga kelompok tani tersebut nantinya diharapkan mereka benar-benar memahami cara membuat, merawat dan memanfaatkan reaktor biogas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Rachmad Waluyo, M.Si melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Penaatan Lingkungan Hidup Ir. Hendri Prianto, MM dalam arahannya meminta agar masyarakat mengolah limbah kotoran ternaknya melalui reaktor biogas, sehingga gas bio yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga pengganti gas elpiji atau kayu bakar. Limbah kotoran ternak hasil pemrosesan biogas selanjutnya langsung bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Ir. Hendri Prijanto, MM lebih lanjut menyampaikan bahwa pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui DLH akan membangun 5 unit reaktor biogas untuk masyarakat Kelompok Tani. Selanjutnya kepada masyarakat diharapkan nantinya bisa membangunnya sendiriĀ  secara swadaya atau melalui Pemerintah Desa.

Dengan pengolahan kotoran ternak melalui biogas, akan banyak manfaat berlipat yang akan diperoleh, kebersihan lingkungan lebih terjaga, kebutuhan bahan bakar tercukupi dengan tidak perlu membeli, menghasilkan pupuk organik, dan secara tidak langsung juga dapat turut serta mengurangi peningkatan Gas Rumah Kaca dan pemanasan global. (Bid PP 2/4/18).