Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur di Jember (Bakorwil V Jember) menyelenggarakan rapat koordinasi pencegahan pencemaran Wilayah Sungai pada Rabu (23/06/21). Rapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebelum mengikuti rapat, peserta yang hadir diwajibkan mengikuti tes swab antigen.

Rakor yang dilaksanakan di ruang pertemuan Bentar (Mall Pelayanan Publik) Kabupaten Probolinggo ini, diikuti oleh 20 peserta dari 7 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah kerja Bakorwil V Jember, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.

Masing-masing kabupaten/kota mengirimkan 2 orang peserta terdiri dari perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan instansi yang menangani Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Dalam rakor ini dibahas mengenai pencemaran sungai akibat adanya usaha dan kegiatan masyarakat di sepanjang wilayah sungai di wilayah kerja Bakorwil V Jember. Sebagian besar usaha atau kegiatan masyarakat di sepanjang sungai merupakan industri rumah tangga berskala kecil hingga sedang.

Wilayah Sungai (WS) adalah kesatuan wilayah pengelolaan SDA dalam satu atau lebih Daerah Aliran Sungai dan/atau pulau-pulau kecil yang luasnya ≤ 2.000 km2. Dari 5 WS yang ada di Provinsi Jawa Timur, 4 WS di antaranya berada di wilayah Bakorwil V Jember, yaitu WS Pekalen-Sampean, WS Welang-Rejoso, WS Baru-Bajulmati, WS Bondoyudo-Bedadung.

Sebagian besar WS di wilayah Bakorwil V Jember masuk dalam status mutu air tercemar ringan. Hal ini yang perlu mendapatkan perhatian mengingat kebiasaan masyarakat di sempadan sungai seringkali kurang memperhatikan sanitasi, dengan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah.

Pemerintah daerah akan menginventarisir jenis kegiatan dan/atau usaha di sepanjang WS yang berpotensi mencemari sungai. Rencana ke depan, usaha dan/atau kegiatan tersebut akan diberikan sosialisasi serta pembinaan dalam mengelola limbah yang dihasilkan.